Gaya Hidup

Putri Anggraeni Putang, Dari Peduli Gizi hingga Finalis Putri Pariwisata Indonesia

INDOPOSCO.ID – Mahasiswi Fakultas Gizi Universitas AL-Azhar Indonesia, Rizkia Dewi Putri Anggraeni atau kerap disingkat jadi Putang oleh teman-temannya, berhasil terpilih sebagai finalis ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2022 yang diselenggarakan yayasan El John Indonesia, mewakili DKI Jakarta 2.

Catatan prestasi gadis kelahiran Jakarta 21 tahun lalu ini bertambah setelah sebelumnya terpilih sebagai Juara Favorit Abang-None Buku, Jakarta Selatan tahun 2019.

Pernah terpilih sebagai juara favorit Abang-None Buku rupanya memberi motivasi khusus bagi Putang sebagai finalis Putri Pariwisata Indonesia. Ia menjelaskannya lewat kesempatan wawancara Zoom bersama awak media.

“Dari kecil saya memang suka ikut berbagai kompetisi, mau itu akademik atau non-akademik. Olimpiade Bahasa Inggris, lomba nyanyi, dan lain-lain. Awalnya semata ingin menguji bakat dan potensi diri tapi pengalaman sebagai juara favorit None Buku lantas merubahnya. Pengalaman itu membuka banyak kesempatan bagi saya untuk berkontribusi langsung pada masyarakat yang ternyata sangat menyenangkan, sangat saya nikmati. Dan itu yang jadi motivasi khusus saya untuk ikut Putri Pariwisata Indonesia 2022 kali ini. Saya berharap bisa memperbanyak kontribusi saya dan syukur alhamdulillah, bisa terpilih sebagai finalis,” katanya.

Bicara kontribusi, sejalan dengan bidang studi yang diambil, bungsu dari tiga bersaudara ini juga gemar berbagi konten edukasi seputar masalah gizi di Instagram dan di lingkungan tempatnya tinggal. Ia juga kerap diminta menjadi moderator atau nara sumber webbinar. Ia memberi alasan.

“Saya punya banyak passion. Ya nyanyi, ya beauty industry, ya content creation, ya berorganisasi, ya dunia akademik. Tapi dari semua itu, akademik selalu jadi prioritas utama. Kedua orang tua saya selalu menekankan sekolah, pendidikan adalah kunci untuk sukses sebenarnya.”

“Pendidikan soal gizi dengan demikian tentu jadi prioritas perhatian saya. Apalagi kita masih punya banyak persoalan soal ini. Kita bahkan masih punya banyak kasus stunting yang tidak seharusnya ada mengingat Indonesia telah menjadi negara berkembang maju. Saya belum bisa dikatakan ahli gizi tapi setidaknya saya bisa berbagi pengetahuan yang telah saya pelajari di kampus. Dengan berbagi ke masyarakat luas, ilmu saya semakin terasah dan berkembang, karena itu saya senang melakukannya dan akan terus melakukannya,” kata Puteri.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button