Gaya Hidup

Bung Karno, Ho Chi Minh, dan Vietnam

INDOPOSCO.ID – Berkunjung ke Vietnam tak akan lepas dari sosok penting di negara ini, Ho
Chi Minh. Meski sudah meninggal dunia pada 1969, tapi jejak langkahnya sebagai bapak
bangsa Vietnam terlihat nyata hingga kini.

Saat mengunjungi Hanoi untuk meliput SEA Games Vietnam 2021 dari 10 sampai 24 Mei 2022,
betapa Ho Chi Minh demikian diagungkan bangsanya. Dari seluruh mata uang Vietnam (VND),
yang terlukis hanya wajah Paman Ho, panggilan lain Ho Chi Minh, hingga setiap venue olahraga dan gedung pemerintahan selalu terpajang foto dengan gaya khasnya.

Foto setengah badan berbalut pakaian khas pria Vietnam warna putih dengan pose tersenyum
menggambarkan pria dari keluarga cendekia ini demikian sederhana.

Tak heran jika Ho Chi Minh dikenal sebagai bapak bangsa Vietnam yang bersahaja dan
kharismatik yang dikagumi lawan dan kawan.

Satu hal yang paling dikenang bangsa Vietnam dari tokoh yang kerap keluar masuk penjara
politik ini, adalah saat dia membacakan teks proklamasi kemerdekaan Vietnam di depan ribuan
orang yang memadati Ba Dinh Squre di Hanoi pada 2 September 1945, hanya dua pekan
setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Berkat upaya kerasnya memerdekakan bangsa Vietnam dari kolonialisme dan imperialisme
Prancis dan Amerika Serikat, dia demikian diagungkan sebagai pahlawan besar oleh negara di
Asia Tenggara bagian utara itu.

Baca Juga: Ong Seong Wu Bakal Beraksi di Serial Spin-Off Strong Girl Nam-soon

Para pengikutnya membangun persemayaman megah di Ba Dinh Square yang kemudian
menjadi Museum Ho Chi Minh, untuk mengistirahatkan jasad Ho Chi Minh yang sudah dibalsem
oleh tim ahli Soviet.

Dengan begitu, wujud asli pemimpin Vietnam itu tetap dapat dilihat oleh para penerus negara
sosialis komunis tersebut. Harapannya, generasi mendatang mereka meneladani kehidupan
dan mengamalkan ajaran Paman Ho untuk melanjutkan perjuangan bangsa ini.

ANTARA mendapati fakta cukup mencengangkan dari Museum Ho Chi Minh, yakni ternyata
hampir 99 persen warga Hanoi sudah mengunjungi tempat ini.

Ini dibenarkan oleh Nurlaela, seorang WNI yang berbisnis di kawasan Ba Dinh. “Jika tidak
pernah ke sana, bisa dikatakan aib bagi warga di sini,” kata Nurlaela yang memiliki restoran
Indonesia “Batavia” di Hanoi dilansir Antara, Sabtu (14/5).

Tak hanya warga negara Vietnam, Museum Ho Chi Minh yang berada di kawasan elit Ba Dinh
ini menjadi tujuan utama pelancong.

Saat hari libur, antrean pengunjung mengular sampai sepanjang satu kilometer hingga
menghidupkan kawasan ini, mulai kuliner, sampai bisnis souvenir.

Menurut Nguyen Bao, pelajar sekolah menengah di Hanoi, pelajaran mengenai perjalanan
hidup Ho Chi Minh adalah mata pelajaran wajib di sekolah.

“Bukan hanya itu, kami juga biasa mendengarkan pidato-pidato perjuangan Ho Chi Minh. Mulai
dari silsilah keluarganya, hingga organisasi politik yang diikutinya,” kata Nguyen.

Sementara itu, dari berbagai catatan sejarah, Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno
ternyata memiliki hubungan yang dekat dengan Ho Chi Minh.

Bisa dikatakan keduanya kawan sehaluan dari negeri seberang karena sama-sama memiliki
visi dan misi memusnahkan kolonialisme dan imperialisme di muka bumi. Bedanya, Indonesia
dijajah oleh Belanda, sementara Vietnam dijajah Prancis.

Hubungan antara Indonesia-Vietnam Utara cukup dekat ketika itu, begitu juga dengan
persahabatan Ho Chi Minh dengan Soekarno.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button