• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Psikolog: Tetap Prokes Atasi Cemas di Tengah Pelonggaran Masker

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 24 Mei 2022 - 12:31
in Gaya Hidup
Ilustrasi seseorang merasa cemas. Pixabay

Ilustrasi seseorang merasa cemas. Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog Mega Tala Harimukthi menyarankan orang-orang yang masih khawatir dengan dirinya sendiri di tengah kebijakan pelonggaran pemakaian masker untuk tetap menjaga protokol kesehatan demi mengilangkan rasa cemas.

“Karena tidak semua hal bisa kita kendalikan, jadi jika memang kebijakan tersebut membuat semakin cemas, tetaplah memegang protokol kesehatan,” kata psikolog klinis dewasa dari Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten itu, dikutip dari Antara, Senin (23/5).

BacaJuga:

Kemenkop Gelar GenCoopRun 5K, Rayakan Harkopnas ke-79 Bersama Gen Z

San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka

KiiiKiii Puncaki Daftar 25 Lagu K-Pop Terbaik 2026 Versi Billboard Lewat 404 (New Era)

Mega Tala mengatakan, masyarakat sejak hampir tiga tahun terakhir berusaha berdamai dan berdampingan dengan pandemi Covid-19 dan salah satu yang dilakukan yakni menerapkan protokol kesehatan termasuk mengenakan masker di ruang publik.

Dalam upaya berdamai ini, menurut Mega, sebagian orang merasakan cemas dan kecemasan tersebut dapat meningkat seiring kebijakan pelonggaran pemakaian masker di area terbuka yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada pekan lalu.

“Sebagian masyarakat yang masih sangat cemas menghadapi pandemi, justru menjadi semakin cemas dengan kebijakan ini. Orang-orang di sekitar saya pun masih ada, namun enggak banyak yang menjadi semakin cemas karena kebijakan ini,” tutur dia, Selasa (24/5), seperti dikutip Antara.

Demi mencegah cemas khususnya bagi mereka yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan itu, maka bisa tetap mengenakan masker walaupun di area terbuka agar diri sendiri merasa aman.

Di sisi lain, mereka juga sebaiknya menerima kenyataan bila nantinya banyak orang yang akan menerapkan kebijakan pelonggaran masker dan bahkan terkesan abai pada protokol kesehatan.

“Karena yang bisa dilakukan adalah mengendalikan diri sendiri, dan yang tidak bisa dilakukan adalah mengendalikan orang lain termasuk perilakunya dalam berprotokol kesehatan. Artinya, kita tidak bisa lagi memaksakan orang lain untuk mengikuti perilaku kita yang masih bermasker untuk menjaga keamanan diri sendiri,” jelas Mega Tala.

Pada akhirnya, kata dia, masyarakat dapat tetap menjaga diri sendiri dan orang terdekat di antara kebijakan yang ada. Selain mengenakan masker khususnya di area publik termasuk di ruangan tertutup, juga bisa dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun secara rutin dan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Jadi intinya bagi yang masih merasa cemas dengan kebijakan baru ini, ada baiknya tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun kapan pun sebagai upaya menurunkan kecemasannya dan merasa lebih aman,” demikian pesan Mega Tala.

Terkait kecemasan yang muncul saat orang-orang mulai melepas masker, Profesor Penyakit Infeksi dan Pengobatan Perventif di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Tennessee, Dr. William Schaffner mengatakan ini hal yang normal.

Dia membandingkan kondisi ini dengan pasien yang dirawatnya di unit perawatan intensif dan dipantau terus-menerus. Ketika mereka membaik dan pindah ke ruangan biasa rumah sakit, mereka sering menjadi cemas.

“Mungkin ada kecemasan jika mereka tidak dapat melihat atau mendengar bunyi detak jantung mereka secara teratur. Jadi, ada kecemasan transisi yang merupakan kombinasi dari kegembiraan karena mereka menjadi lebih baik. Tetapi khawatir karena mereka tidak dipantau dengan cermat,” jelas Scaffner dikutip dari Healthline. (mg2)

Tags: maskerpandemi covid-19ProkesPsikolog

Berita Terkait.

Genkop-run
Gaya Hidup

Kemenkop Gelar GenCoopRun 5K, Rayakan Harkopnas ke-79 Bersama Gen Z

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:04
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:03
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

KiiiKiii Puncaki Daftar 25 Lagu K-Pop Terbaik 2026 Versi Billboard Lewat 404 (New Era)

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:03
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

Seo Yea Ji Resmi Bergabung dengan B.Wave Entertainment, Siap Buka Babak Baru Karier

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:03
Suzuki Fun Race Owners & Community 2026 Perkuat Solidaritas Komunitas Motor di Surabaya
Gaya Hidup

Bandung Jadi Kota Ke-5 BYD Tech Culture Fest 2026, Hadirkan Edukasi Elektrifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:57
Suzuki Fun Race Owners & Community 2026 Perkuat Solidaritas Komunitas Motor di Surabaya
Gaya Hidup

Suzuki Fun Race Owners & Community 2026 Perkuat Solidaritas Komunitas Motor di Surabaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:14

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12527 shares
    Share 5011 Tweet 3132
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2847 shares
    Share 1139 Tweet 712
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    1100 shares
    Share 440 Tweet 275
Tuchel
Olahraga

Kelelahan Bukan Hambatan, Tuchel Beber Kunci Kemenangan Dramatis Inggris atas Prancis

Editor Redaksi
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel angkat suara setelah timnya meraih medali perunggu pada Piala Dunia 2026 usai mengalahkan...

SelengkapnyaDetails
Saka

Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:09
Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:31
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.