Gaya Hidup

Era Metaverse dan Digitalisasi Madrasah

INDOPOSCO.ID – Digitalisasi merupakan keniscayaan yang siapapun tak bisa mengelakkan sehingga lembaga pendidikan madrasah juga harus menyadari untuk memulai proses onboarding ke platform digital. Maka kemudian madrasah digital pun menjadi kewajaran bukan semata tuntutan zaman yang sudah disadari benar oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk dilaksanakan.

Bahkan tahun lalu Kementerian Agama juga rupanya sudah menyiapkan anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp399,9 miliar yang diimplementasikan melalui Program Realizing Education’s Promise Madrasah Education Quality Reform. Anggaran ini diperuntukkan bagi 2.666 madrasah di berbagai provinsi.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan masing-masing madrasah dalam program tersebut menerima bantuan Rp150 juta tahun lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, bantuan tersebut diberikan kepada madrasah yang sudah menerapkan sistem Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik) yang sudah dilatihkan pada 2020 dan mulai diaplikasikan tahun lalu.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai dengan penekanan pada pemanfaatan yang harus didasarkan pada kebutuhan mendesak madrasah yang dirumuskan berdasarkan hasil EDM serta sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menambahkan, bantuan diharapkan digunakan dalam rangka penguatan digitalisasi madrasah.

Baca Juga : 3.900 Muslim Sudah ke Tanah Suci untuk Umrah

Selain itu juga bisa untuk meningkatkan kualitas sanitasi, dan kebutuhan program lainnya dalam rangka mendukung mutu pembelajaran di madrasah di era digital.

Isom mengakui bahwa pemberian bantuan afirmasi ini memang belum bisa menyasar ke seluruh madrasah. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran Kementerian Agama.

Untuk soal pelaporan, pihaknya telah menerapkan sistem e-RKAM sebagai platform e-planning dan e-budgeting madrasah, sehingga akuntabilitas pelaporan bantuan dapat dijamin.

Isom Yusqi menjelaskan, program digitalisasi madrasah sudah dilakukan sejak 2019 atau sejak sebelum pandemi. Sejumlah program yang dilakukan antara lain merevisi petunjuk teknis relaksasi pemanfaatan dana BOS hingga bisa digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online.

Upaya lainnya adalah memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah, maupun Ibtidaiyyah.

Anggaran untuk bantuan ini memang diakui tidak banyak bahkan sangat terbatas. Pada 2021 saja misalnya kuota penerima bantuan ini sebanyak 200 Madrasah Aliyah, 250 Madrasah Tsanawiyah, dan 100 Madrasah Ibtidaiyah.

Sejak 2019, Kemenag juga memberikan bantuan pembangunan Madrasah Negeri melalui dana SBSN (Surat Berharga Sukuk Nasional).

Salah satu pemanfaatan bantuan tersebut adalah untuk menunjang implementasi kelas digital. Sampai tahun ini, bantuan pembangunan madrasah negeri melalui SBSN juga masih berlangsung.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button