Gaya Hidup

Profesor ISI dan Tari Bebek Putih Jambul

INDOPOSCO.ID – Akademisi yang juga guru besar di Institut Seni Indonesia Denpasar Prof Dr Ni Made Ruastiti, SST, MSi menciptakan tari Bebek Putih Jambul, yang dapat ditarikan oleh para siswa di jenjang PAUD dan TK.

“Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan sebagian besar anak- anak usia dini diberikan seni- seni pertunjukan orang dewasa seperti tari Condong, tari Puspanjali, tari Gopala dan sebagainya,” kata Prof Ruastiti di Denpasar, Minggu (19/12/2021).

Oleh karena dia melihat belum ada tarian yang berbasis kearifan lokal untuk anak-anak, maka guru besar yang diinagurasi pada 17 Desember 2021 itu tergerak untuk melakukan riset.

Untuk penggarapan dan riset tari ini ia bekerja sama dengan Sanggar Paripurna Bona, Gianyar. Dari riset yang didanai oleh Kemendikbud Ristek tersebut, kemudian tercipta tari Bebek Putih Jambul yang terinspirasi dari gending rare atau lagu anak yang berjudul Bebek Putih Jambul.

Menurut dia, kata “bebek putih jambul”, mengandung arti orang yang berjiwa suci atau simbol orang suci, karena bulu bebek berwarna putih sebagaimana baju orang suci (sulinggih/pendeta Hindu) yang berwarna putih.

Baca Juga : Asyik, Selama Libur Nataru Beragam Hiburan Seni Budaya Disajikan Online

“Artinya bahwa bebek putih jambul, dalam hal ini digunakan sebagai nasihat yang ditujukan kepada anak-anak agar mereka menata perilakunya sesuai dengan ajaran- ajaran kerohanian,” ujar perempuan kelahiran 22 Maret 1965 itu.

Prof Ruastiti mengungkapkan gerakan- gerakan tari pada tarian juga dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipelajari oleh anak- anak.

“Gerakannya terbang, maupun jalan, dan diiringi dengan gamelan. Selain diiringi gamelan, dalam menarikan tarian ini, anak- anak juga menyanyikan lagu Bebek Putih Jambul secara bersama-sama,” ucapnya.

Tarian ini pun memiliki durasi tujuh menit dan ditarikan oleh 11 orang penari serta dibuat untuk anak usia 3-6 tahun.

“Saya memang rancang tarian ini untuk materi kelas dan bukan show di panggung. Saya ingin materi ini jadi pondasi kearifan lokal bagi anak- anak usia dini,” ucap Kepala Prodi Seni Tari ISI Denpasar ini.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button