Gaya Hidup

Bikin Ngiler, Ini Tiga Makanan Andalan Hotel Horison Ultima Ratu yang Kaya Rempah

INDOPOSCO.ID – Hotel Horison Ratu Ultima, menghadirkan makan-makan lezat untuk menemani hidangan saat berlibur. Yang spesial lagi, bumbu-bumbunya asli dari rempah-rempah khas Indonesia.

Bagi yang merasakannya, akan membuat hilang ingatan beberapa detik. Sebab hidangan berkelas dunia bagian barat, padahal sedang duduk di wilayah Kota Serang.

Berkat sentuhan tangan Chef Edy Suharjito, makanan-makanan ala barat dapat disulap dengan cita rasa lokal.

Berita Terkait
Plt GM Hotel Horison Ultima Ratu Wahyu Widiyanto.

Ada tiga jenis makanan yang paling disukai di Hotel Horison ini. Di antaranya Iga bakar, bekek goreng, dan spaghetti aglio e olio.

1. Iga Bakar

Pembuatan iga bakar ternyata memakan waktu tiga jam. Sehingga sangat wajar ketika berada dalam gigitan, sangat lembut dan tidak kenyal.

Dengan ditaburi kecap dan 12 rempah-rempah, menambah kenikmatan. Apalagi disiapkan khusus kuah dengan sajian yang berbeda. Seruputan kuahnya pertama, akan membuat ketagihan.

“Iga itu kita rebus 3 jam sampai empuk, kita buat kuahnya. Setelah itu kita bakar dengan bumbu tradisional. Jadi bukan kuahnya aja, ada supnya juga, dipisah, ada kuahnya dan iga bakarnya,” katanya, Selasa (14/9/2021).

2. Bebek Goreng

Yang tidak kalah enak makanan selanjutnya yaitu bebek goreng. Sebelum masuk penggorengan, bebek direbus selama lima jam.

Dengan ditemani sambal ijo yang kaya rempah-rempah, menambah gairah makan saat menyantapnya. Apalagi dilengkapi dengan lalapan.

“Bebek lokal goreng. Yang bikin beda disambal ijo, masaknya 5 jam biar teksturnya lunak,” paparnya.

3. Pasta Sambal Matah

Kuliner yang sering dipesan tamu adalah spaghetti aglio e olio atau pasta. Makanan ini perpaduan dari makanan khas barat yang dikolaborasikan dengan bumbu rempah khas Indonesia.

Dicampur dengan serutan daging bebek, menambah rasa dari pasta semakin lezat. Makanan ini direkomendasikan bagi pengunjung yang suka dengan rasa pedas alami dari lada.

“Kita pakai spagetti dan honje (kecombrang). Di atasnya kita berikan seratan daging bebek, sambal matah yang kita kasih kecombrang. Jadi western (barat) rasanya tradisional,” jelasnya. (srv)

Back to top button