Gaya Hidup

Inovasi Kreatif Skala Internasional Lewat Karya Mahasiswa Unisadhuguna Internasional College

INDOPOSCO.ID – Karya inovasi dan kreativitas anak bangsa dengan kualitas internasional merupakan salah satu kekuatan perekonomian Indonesia. Untuk mendapatkan hasil tersebut diperlukan pula pendidikan yang mumpuni, yang beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan dunia, yang mampu menciptakan generasi muda yang kreatif , inovatif, cerdas teknologi dan akademik, serta handal, karena hal ini merupakan komponen investasi yang menentukan masa depan generasi penerus bangsa.

Saat ini pula, industri kreatif juga semakin diramaikan dengan karya – karya brilian anak bangsa yang digelar melalui beragam kegiatan kolaborasi bisnis kreatif yang kekinian. Pembatasan aktivitas selama pandemi justru menciptakan beragam kreatifitas yang bermanfaat, terlebih lagi dengan keseharian mereka yang terus terkoneksi dengan internet, yang secara pintar akan dapat mengolah informasi menjadi sebuah kreativitas.

UniSadhuGuna (USG) selaku pelaku Pendidikan Internasional di Indonesia merupakan institusi yang terus melakukan terobosan dan berinovasi dalam memberikan pendidikan berkualitas global kepada generasi muda di Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, USG melalui unit programnya yaitu UniSadhuGuna International College (UIC) kembali menyelenggarakan pameran kreatif para siswa UIC dengan tema “ Creativity in a Hearbeat”.

Acara ini kembali dibuka oleh oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A . Beliau menyampaikan apreasiasi kepada USG yang secara kontinyu melakukan kegiatan di kondisi pandemi ini dan mengajak semuanya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung sektor pariwisata ekonomi kreatif terus berkembang.

Dalam kegiatan USG sebelumnya, beliau juga menyampaikan hal – hal terkait :

1. Building Indonesia’s Human Capital Through Quality Education

Beliau menyampaikan bahwa ditahun 2021, 549 Triliun anggaran atau 20% anggaran APBN dialokasikan oleh Pemerintah Indonesia kepada sektor pendidikan, hal ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi prioritas pembangunan bangsa.

“Kualitas SDM tentunya kunci agar kita dapat bersaing di mata dunia, dan untuk meningkatkan kualitas SDM salah satunya dilakukan dengan memberikan akses untuk mengenyam pendidikan yang tuntas dan berkualitas. Pendidikan merupakan investasi, Pendidikan bukan cost, pendidikan merupakan juga prestasi, investasi individu, masyarakat juga bagi bangsa dan negara, karena buah dari pendidikan akan sangat bermanfaat bagi kemajuan suatu bangsa 20 sampai 50 tahun kedepan. Individu – individu yang banyak berlatih dan belajar akan memiliki peluang yang lebih besar baik dalam dunia pekerjaan maupun tumbuh sebagai entrepreneur – entrepreneur, pengusaha – pengusaha yang handal dan berperan besar dalam proses penciptaan lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

2. The Future of Tourism and Creative Economy Industry

Terkait dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga menginformasi tantangan besar yang dihadapi terutama ditengah pandemi, ditengah terpuruknya ekonomi, dan revolusi industri 4.0 ( internet of things, big data, artificial intelligence, machine learning, robotics dan lain sebagainya ) , hal ini menunjukan bahwa teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sendi – sendi kehidupan termasuk dalam tourism dan creative economy.

“Di tengah pandemi kita terpukul 2 (dua) juta lebih para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang kehilangan mata pencarian tapi kita harus gunakan kesempatan ini untuk shift and transform agar masyarakat Indonesia ( kita ) bisa masuk kedalam digital economy dan masuk ke perkembangan kemajuan teknologi. Perlu terobosan – terobosan baru untuk percepat kembangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar memiliki quality and sustainability “ kata Sandiaga

Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga dunia yang ekonomi kreatifnya memberikan kontribusi sangat besar kepada PDB negara , pertama adalah Amerika dengan Hollywood, kedua Korea dengan K Pop, dan ketiga Indonesia, memberikan kontribusi sebesar 1100 (seribu seratus) triliun. Dengan pendekatan inovasi, adaptasi dan kolaborasi kita bisa menggunakan big data sehingga pariwisata dan ekonomi kreatif akan tumbuh lebih terukur, lebih sistematik dan memiliki peluang untuk tumbuh secara massif.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button