• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Minyak Naik Tipis karena Permintaan akan Menyentuh Rekor Tahun Depan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 11 Januari 2023 - 09:38
in Ekonomi
pom

Sejumlah pengendara antre membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (3/1/2023). Foto: Antara/Yudi/Lmo/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak mentah sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/1) atau Rabu (11/1) pagi WIB, karena pemerintah Amerika Serikat (AS) memperkirakan rekor konsumsi minyak bumi global tahun depan dan USD melayang di posisi terendah tujuh bulan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari menetap 49 sen atau 0,6 persen lebih tinggi pada USD75,12 per barel di New York Mercantile Exchange.

BacaJuga:

Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli

Promo GEBYAR Servis Motor Honda, Dapatkan Potongan Jasa hingga Rp20 Ribu

Estafet BI Beralih, Destry-Aida Ditantang Menentukan Arah Ekonomi

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terangkat 45 sen atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada USD80,10 per barel di London ICE Futures Exchange.

Konsumsi global bahan bakar cair diperkirakan akan mencapai 102,2 juta barel per hari pada 2024, terutama didorong oleh pertumbuhan di negara-negara seperti India dan China, yang mencerminkan tren dalam aktivitas ekonomi, kata Badani Informasi Energi AS (EIA) dalam Prospek Energi Jangka Pendek-nya.

Pasar juga menunggu kejelasan tentang rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga setelah Ketua Fed Jerome Powell menghindari komentar tentang kebijakan moneter dan ekonomi pada sebuah simposium. Pedagang sekarang melihat data IHK AS pada Kamis (12/1) untuk indikasi prospek jangka pendek.

Data Kamis (12/1) “dapat dengan mudah mengklarifikasi arah pasar keuangan dan minyak untuk beberapa minggu mendatang”, kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Dia mengatakan dolar akan jatuh jika inflasi datang di bawah ekspektasi atau di bawah pembacaan November, tambah Varga.

Dolar melayang di sekitar level terlemahnya dalam tujuh bulan. Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan permintaan minyak, karena komoditas berdenominasi greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memerangi inflasi yang tinggi dan kemungkinan akan menyebabkan kondisi pasar kerja lebih lemah, demikian dikutip dari Antara, Rabu (11/1).

Pada Senin (9/1), WTI dan Brent naik 1,0 persen setelah China, importir minyak terbesar dunia dan konsumen terbesar kedua, membuka perbatasannya selama akhir pekan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

China juga menerbitkan kuota impor minyak mentah gelombang kedua 2023, meningkatkan total tahun ini sebesar 20 persen dari tahun lalu.

“Minyak mentah mencoba untuk memantapkan dasarnya, karena China telah mencabut sebagian besar pembatasan perjalanan dan perdagangan internasional,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Tetapi para analis mengatakan kebangkitan permintaan China mungkin hanya memberikan dukungan terbatas pada harga minyak di bawah tekanan turun dari ekonomi global.

“Mengingat pemulihan konsumsi masih pada tahap yang diharapkan, harga minyak kemungkinan besar akan tetap rendah dan di kisaran ketat,” kata analis dari Haitong Futures.

Bank Barclays menyoroti penurunan USD15-25 per barel dari perkiraan Brent USD98 per barel untuk tahun 2023 jika “kemerosotan dalam aktivitas manufaktur global memburuk serupa dengan episode 2009-09.”

Goldman Sachs memperkirakan meningkatnya kemampuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menaikkan harga tanpa terlalu banyak menekan permintaan akan membatasi risiko penurunan perkiraan minyak bullish-nya untuk tahun 2023. (mg2)

Tags: ASHarga MinyakHarga Minyak Mentahminyak

Berita Terkait.

Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli
Ekonomi

Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:07
Promo GEBYAR Servis Motor Honda, Dapatkan Potongan Jasa hingga Rp20 Ribu
Ekonomi

Promo GEBYAR Servis Motor Honda, Dapatkan Potongan Jasa hingga Rp20 Ribu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:05
Destry-Damayanti
Ekonomi

Estafet BI Beralih, Destry-Aida Ditantang Menentukan Arah Ekonomi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:32
Rumah Tahan Gempa BRIN Lulus Ujian, Siap Jadi Model Rekonstruksi di Daerah Rawan Bencana
Ekonomi

HUT ke-81 RI, PLN Nusantara Power Pastikan Pasokan Listrik Andal di Seluruh Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:10
Ferry
Ekonomi

MES Tetapkan 4 Tahap Pengembangan Ekonomi Syariah Menuju Global

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:29
Menuju Berkeadilan dan Transparansi, APKASINDO Luncurkan hargasawitindonesia.id
Ekonomi

Menuju Berkeadilan dan Transparansi, APKASINDO Luncurkan hargasawitindonesia.id

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    16820 shares
    Share 6728 Tweet 4205
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    3479 shares
    Share 1392 Tweet 870
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3279 shares
    Share 1312 Tweet 820
  • Pelajar Tewas Terlindas Truk, Pramono Anung Minta Jalan Licin Kramat Jati Diperbaiki

    1494 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Bea Cukai Banjarmasin Gagalkan Penyelundupan 3 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Trisakti

    1033 shares
    Share 413 Tweet 258
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.