Ekonomi

Emas Melonjak setelah Data Pekerjaan AS Beri Sinyal Bunga Fed Melambat

INDOPOSCO.ID – Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Jumat (6/1) atau Sabtu (7/1) pagi WIB, berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya kembali bertengger di atas level psikologis USD1.850 setelah pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kecil memberi sinyal bahwa suku bunga Fed melambat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD29,10 atau 1,58 persen menjadi ditutup pada USD1.869,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai puncak sesi di USD1.874, 80, merupakan level tertinggi sejak 17 Juni.

Untuk minggu ini, emas berjangka terangkat 2,40 persen, naik untuk keenam kalinya dalam tujuh minggu.

Berita Terkait

Emas berjangka anjlok USD18,40 atau 0,99 persen menjadi USD1.840,60 pada Kamis (5/1), setelah bertambah USD12,90 atau 0,70 persen menjadi USD1.859,00 pada Rabu (4/1), dan terangkat USD19,9 atau 1,09 persen menjadi USD1.846,10 pada Selasa (3/1).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (6/1) AS menambah 223 ribu pekerjaan pada Desember, peningkatan terkecil dalam dua tahun tetapi lebih baik dari perkiraan peningkatan 200 ribu oleh para ekonom. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen dari 3,6 persen, sementara gaji per jam naik 0,3 persen.

Para analis pasar berpendapat bahwa data ketenagakerjaan positif, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong Federal Reserve menjadi lebih agresif dalam pengetatan kebijakan moneternya.

Laporan data penggajian non-pertanian “mendukung gagasan Fed hampir selesai menaikkan suku bunga,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

Data ekonomi yang dirilis Jumat (6/1) juga mendukung emas. Indeks jasa-jasa Institute for Supply Management (ISM) tercatat di 49,6 persen, turun 6,9 poin persentase dari pembacaan November 56,5 persen.

Pembacaan yang lebih lemah untuk indeks jasa-jasa ISM AS pada Desember juga “mengkonfirmasi ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut karena sektor jasa menyusut, yang seharusnya mendukung kasus untuk memegang emas,” tambah Moya.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan pabrik AS turun 1,8 persen pada November setelah naik 0,4 persen pada Oktober. Penurunan tersebut lebih besar dari perkiraan para ekonom turun 0,8 persen, demikian dilansir Antara, Sabtu (7/1).

Dalam sebuah panel yang disponsori oleh National Association of Business Economics di New Orleans pada Jumat (6/1), Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga acuan di atas 5,0 persen tahun ini, tetapi seharusnya tidak perlu menaikkannya lebih jauh.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 55,8 sen atau 2,38 persen, menjadi menetap pada USD23,982 per oounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah USD34,7 atau 3,24 persen, menjadi ditutup pada USD1.104,30 per ounce. (mg2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button