PLN Bangun Kabel Listrik Bawah Tanah Dukung Wisata di Labuan Bajo

INDOPOSCO.ID – PT PLN Persero terus membangun infrastruktur kelistrikan lewat pembangunan kabel listrik bawah tanah untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
“Tahap satu sudah selesai di kawasan Bandara Komodo. Tahap dua untuk seluruh Kota Labuan Bajo tahun ini. Selanjutnya kabel tanah ke arah Tana Mori,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Agustinus Jatmiko seperti dikutip Antara, Rabu (17/8/2022).
Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai DPSP, Labuan Bajo tentunya mendapatkan banyak perhatian pemerintah, termasuk untuk sistem kelistrikan yang andal. Oleh karena itu, PLN membangun kabel listrik bawah tanah untuk tata kota yang lebih baik.
Baca Juga : PLN Pusertif Terima Akreditasi ISO 37001:2016
Jatmiko mengatakan pembangunan itu sedang dan terus berlangsung. Kini, PLN juga telah memiliki mobil deteksi untuk mendeteksi apabila terjadi gangguan kabel listrik bawah.
Selain pembangunan kabel listrik bawah tanah, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lain seperti pembangunan trafo kedua dengan kapasitas 30 MVA di Gardu Induk (GI) Labuan Bajo. Selanjutnya PLN juga membangun jaringan tegangan menengah dengan kabel listrik bawah tanah untuk melayani kawasan ekonomi khusus Tana Mori, dengan suplai listrik diambil dari GI Labuan Bajo.
PLN pun terus meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan memberikan layanan listrik premium dengan pelanggan dari perhotelan, restoran, dermaga, bandara, rumah sakit, dan instansi pemerintah. Layanan listrik premium itu memiliki sumber pasokan listrik dari dua arah.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Shana Fatina memberikan apresiasi atas kolaborasi bersama PLN dalam membangun pariwisata Labuan Bajo Flores. Peran PLN tersebut cukup strategis dengan mendorong instalasi kabel listrik bawah tanah, Zero Down Time, dan layanan dukungan kepariwisataan di kepulauan.
Dia berharap, setelah tersedianya listrik di Labuan Bajo Flores ini tidak hanya menjadi konsumsi pariwisata, tapi aktivitas produktif masyarakat. “Ini penting. Tidak hanya menjual bahan mentah, tapi juga menjual bahan yang telah diproses sampai punya brand dan merk sendiri. Ini sesuai dengan visi kita membangun pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas, berkelanjutan, berkelas dunia, dan inklusif,” ungkap Shana. (wib)