• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Minyak Naik 2 Dolar Karena “Greenback” Melemah

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 26 Juli 2022 - 11:09
in Ekonomi
Kilang-Minyak

Inggris akan memberlakukan sanksi baru untuk impor batu bara dan impor minyak dari Rusia, Kamis (21/7/2022). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak naik sekitar dua dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), didukung oleh kekhawatiran pasokan, penurunan dolar AS (“greenback”) dan kekuatan awal di pasar ekuitas.

Harga minyak tampak maju-mundur karena beberapa permintaan bahan bakar khawatir dapat melemah jika Federal Reserve menaikkan suku bunga AS terlalu agresif.

BacaJuga:

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Harga Telur dan Ayam Mulai Pulih, Pemerintah Pastikan Peternak Kembali “Bernapas”

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September ditutup menguat 1,95 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi 105,15 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September terangkat 2,0 dolar AS atau 2,1 persen, menjadi menetap di 96,70 dolar AS per barel.

Baca Juga : Inggris Beri Sanksi Impor Batu Bara dan Minyak dari Rusia

“Dolar AS yang sedikit lebih lemah dan pasar ekuitas yang membaik mendukung naiknya harga minyak,” kata analis minyak UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip Antara, Selasa (26/7/2022).

Setelah penguatan awal, saham AS bergerak lebih rendah dalam perdagangan sore, dengan investor berhati- hati tentang pertemuan Fed minggu ini dan laporan laba dari beberapa perusahaan yang sedang berlangsung.

Minyak berjangka telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, tertekan oleh kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga dapat memperlambat aktivitas ekonomi dan permintaan bahan bakar, tetapi didukung oleh pasokan yang ketat, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi Barat terhadap Moskow.

“Ekonomi AS dan Eropa melambat dan dengan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi minggu ini, para pedagang tetap sangat berhati-hati,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Pejabat Fed telah mengindikasikan bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli.

China, ekonomi terbesar kedua di dunia, nyaris tidak mengalami kontraksi pada kuartal kedua, tumbuh hanya 0,4 persen tahun-ke-tahun.

Tetapi premi bulan depan yang curam selama bulan kedua terus menandakan ketatnya pasokan jangka pendek. Spread menetap di 4,82 dolar AS per barel pada Jumat (22/7/2022), tertinggi sepanjang masa saat mengecualikan lonjakan terkait kedaluwarsa (kontrak) dalam dua bulan sebelumnya.

Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengembalikan produksi menjadi 1,2 juta barel per hari (bph) dalam dua minggu, dari sekitar 860.000 barel per hari.

Namun para analis memperkirakan produksi Libya akan tetap bergejolak karena ketegangan tetap tinggi setelah bentrokan antara faksi-faksi politik yang bersaing selama akhir pekan.

Harga mendapat dukungan dari “ekspektasi bahwa pasokan minyak Rusia akan turun lebih rendah dalam beberapa bulan ke depan karena rencana yang diharapkan secara luas untuk pembatasan harga minyak Rusia mungkin memiliki efek sebaliknya pada harga minyak daripada yang diharapkan,” kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING.

Uni Eropa mengatakan pekan lalu akan mengizinkan perusahaan milik negara Rusia untuk mengirimkan minyak ke negara ketiga di bawah penyesuaian sanksi yang disepakati oleh negara-negara anggota pekan lalu yang bertujuan membatasi risiko keamanan energi global.

Pada Jumat (22/7/2022), Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang memberlakukan batasan harga minyaknya.

Gazprom Rusia mengatakan aliran melalui Nord Stream 1, penghubung gas tunggal terbesar Rusia ke Jerman, akan turun menjadi 33 juta meter kubik per hari, hanya 20 persen dari kapasitas, mulai pukul 04.00 GMT pada Rabu (27/7/2022).

Itu dapat menyebabkan peralihan tambahan ke minyak mentah dari gas, mendukung harga minyak, kata Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates di Houston.(mg2)

Tags: dolar ASekonomiHarga Minyak

Berita Terkait.

PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23
Gempa M 4,3 Guncang NTB, Getaran Dirasakan Dompu, Bima dan Sumbawa
Ekonomi

Harga Telur dan Ayam Mulai Pulih, Pemerintah Pastikan Peternak Kembali “Bernapas”

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:01
Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C
Ekonomi

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:11
Gas Merah Putih Siap Gantikan Elpiji 3 Kg, DPR Minta Regulasi dan Keamanan Dimatangkan
Ekonomi

Gas Merah Putih Siap Gantikan Elpiji 3 Kg, DPR Minta Regulasi dan Keamanan Dimatangkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:01
OKX
Ekonomi

OKX Satukan Pasar Saham Tokenisasi, Likuiditas Diklaim Lebih dalam dan Trading Nonstop

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:06
Muhammad-Chozin
Ekonomi

AAKLESIA Temui Irjen Kemendag, Dorong Regulasi Logistik dan E-Commerce Lebih Adaptif

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:45

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3189 shares
    Share 1276 Tweet 797
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2795 shares
    Share 1118 Tweet 699
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.