Emas Tergelincir 2,2 Dolar, Investor Fokus Ekuitas AS yang Lebih Kuat

INDOPOSCO.ID – Emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (15/7) atau Sabtu (16/7) pagi WIB, karena investor fokus ke pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat di tengah laporan sejumlah laba perusahaan dan data ekonomi, namun meredanya reli dolar akibat ketidakpastian skala kenaikan suku bunga AS menahan penurunan lebih lanjut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD2,2 atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada USD1.703,60 per ounce, setelah sempat turun di bawah USD1.700 dan mengalami penurunan mingguan kelima berturut-turut.
Emas berjangka anjlok USD29,70 atau 1,71 persen menjadi USD1.705,80 pada Kamis (14/7), setelah terangkat USD10,70 atau 0,62 persen menjadi USD1.735,50 pada Rabu (13/7), dan jatuh USD6,90 atau 0,40 persen menjadi USD1.724,80 pada Selasa (12/7).
Baca Juga: Harga Emas Ditetapkan Rp969 Ribu Per Gram
Data ekonomi yang dirilis Jumat (15/7) juga membebani emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS pada Juni naik 1,0 persen, setelah penurunan 0,1 persen direvisi naik pada Mei. Angka tersebut juga lebih tinggi dari perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,9 persen.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan harga impor AS turun 0,2 persen pada Juni setelah naik selama tiga bulan berturut-turut karena biaya minyak dan impor lainnya menurun.
Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, naik 12,3 poin menjadi 11,1 pada Juli. Para ekonom memperkirakan pembacaan negatif ketiga berturut-turut.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 36,9 sen atau 2,02 persen, menjadi ditutup pada USD18,594 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD13,6 atau 1,66 persen, menjadi ditutup pada USD830,9 per ounce. (arm)