• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Antisipasi Instabilitas, BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Rendah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 30 Juni 2022 - 17:57
in Ekonomi
bi

Pengamat ekonomi Ciplis Gema Qori'ah. Foto: dok pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat ekonomi Universitas Jember Ciplis Gema Qori’ah mengharapkan Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga rendah agar tidak memunculkan risiko instabilitas apabila perekonomian domestik masih belum benar-benar pulih.

“Perekonomian global saat ini menunjukkan gejala yang kian tidak stabil dan fenomena tersebut ditandai dengan lonjakan kenaikan harga secara umum (inflasi),” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

BacaJuga:

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Menurut dia, kondisi global itu memantik Bank Sentral di berbagai belahan dunia untuk menerapkan kebijakan pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga, termasuk India, Filipina, India dan Korea Selatan.

Di Amerika Serikat, lanjut dia, Bank Sentral AS (The Fed) telah menaikkan suku bunga pertama kali sejak tahun 2018, pada Maret 2022 dan rencananya secara bertahap suku bunga akan naik untuk menjaga perekonomian dari lonjakan inflasi.

Namun, suku bunga di Indonesia sejak Februari 2021 hingga Mei 2022 tidak mengalami perubahan yaitu berada pada kisaran 3,50 persen dan kebijakan moneter di Indonesia tampak bersifat netral seperti yang diterapkan oleh Jepang, Jerman, China dan Thailand.

“Dampak atas kebijakan itu tentunya akan menuai berbagai macam kritik karena kenaikan suku bunga The Fed dapat berisiko menimbulkan capital outflow serta mengancam stabilitas nilai tukar rupiah,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai risiko tersebut dapat diantisipasi dengan angka pertumbuhan ekonomi yang jauh dari kondisi resesi (pro growth), inflasi domestik terkendali serta ketahanan sektor eksternal di Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Secara teoritis, lanjut dia, kebijakan moneter dapat berdampak pada aktivitas perekonomian melalui berbagai macam saluran transmisi yang berfokus pada sisi permintaan lebih banyak mendapatkan perhatian dan khalayak melupakan eksistensi saluran transmisi sisi penawaran.

Saluran transmisi sisi penawaran ini dikenal sebagai cost-side channel dengan suku bunga mempengaruhi biaya marjinal produksi perusahaan dan perilaku penentuan harga, sehingga pengetatan suku bunga justru dapat membuat tingkat harga mengalami kenaikan karena mendorong perusahaan untuk melakukan mark-up harga.

“Ketika saluran transmisi kebijakan moneter sisi penawaran itu lebih dominan dibandingkan sisi permintaan, maka kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga justru dapat menjadi bumerang,” katanya.

Ciplis menjelaskan inflasi yang terjadi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh tekanan dari sisi rantai pasokan akibat harga bahan baku hampir di semua jenis barang mengalami hambatan, sehingga biaya produksi mengalami peningkatan dan mendorong perusahaan untuk menaikkan harga barang produksi.

Selain itu, suku bunga kredit perbankan juga masih sulit turun, sehingga cost of fund masih relatif tinggi di Indonesia.

“Dengan demikian, Bank Indonesia sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga karena dapat memunculkan risiko instabilitas apabila perekonomian domestik masih belum benar-benar pulih,” ujarnya. (bro)

Tags: Bank IndonesiaBIInstabilitasSuku Bunga

Berita Terkait.

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas
Ekonomi

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59
Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026
Ekonomi

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:26
Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas
Ekonomi

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:54
Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Akhir Pekan
Ekonomi

Amonia Mulai “Dibakar” di PLTU, PLN EPI Siapkan Uji Coba 2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:02
jtb
Ekonomi

JTB Dorong Operasi Gas Makin Cerdas, AI hingga Predictive Maintenance Disiapkan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:33
baznas
Ekonomi

100 Ribu Pekerja Rentan Diproteksi, BAZNAS Dorong Zakat Berdampak dan Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:11

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3923 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.