Ekonomi

Inflasi AS Melonjak, Harga Minyak Jatuh

INDOPOSCO.ID – Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan harga- harga konsumen AS naik lebih besar dari yang diperkirakan dan China memberlakukan tindakan penguncian Covid-19 baru.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun 1,06 dolar AS atau 0,9 persen, menjadi menetap di 122,01 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Juli kehilangan 84 sen atau 0,7 persen, menjadi ditutup di 120,67 dolar AS per barel.

Kedua harga acuan minyak masih membukukan kenaikan mingguan 1,9 persen untuk Brent dan 1,5 persen untuk WTI.

Untuk hari ini, harga minyak merosot bersama dengan saham Wall Street setelah berita bahwa harga-harga konsumen AS meningkat pada Mei. Harga bensin telah mencapai rekor tertinggi dan biaya makanan melonjak, menyebabkan kenaikan tahunan terbesar dalam sekitar 40 tahun. Itu meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan lebih agresif.

“Kekhawatiran itu bisa menjadi indikator kebiasaan konsumen dan meskipun permintaan bensin kuat sekarang, itu pertanda di masa depan bahwa jika harga bensin tidak stabil maka konsumen akan mengurangi (pembelian),” kata Phil Flynn, analis di Price Futures, seperti dikutip Antara, Sabtu (11/6/2022).

Dalam “bendera merah” lainnya untuk permintaan, Shanghai dan Beijing kembali waspada Covid pada Kamis (9/6/2022). Beberapa bagian Shanghai memberlakukan pembatasan penguncian baru dan kota itu mengumumkan putaran pengujian massal untuk jutaan penduduk.

Impor minyak mentah China pada Mei naik hampir 12 persen dari tahun sebelumnya, ketika permintaan mereka rendah.

“Ini tidak menunjukkan bahwa permintaan minyak meningkat. Sebaliknya, China cenderung bertindak oportunis, membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga yang jauh lebih rendah daripada tingkat pasar global untuk mengisi kembali stoknya,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button