Ekonomi

Rubel Rusia Merosot Lagi 8,0 Persen Minggu Ini

INDOPOSCO.ID – Rubel Rusia naik tipis terhadap dolar dalam perdagangan di dalam dan luar negeri pada Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi mengakhiri minggu ketiga dengan kerugian besar, dengan bank sentral sekarang semakin membatasi akses ke mata uang asing.

Rubel telah kehilangan sepertiga nilainya di bursa Moskow sejak Rusia menginvasi Ukraina bulan lalu, karena ekonomi lokal melemah di bawah tekanan sanksi yang diberlakukan di seluruh dunia sebagai pembalasan atas invasi tersebut.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina telah mencapai “titik balik strategis” dalam konflik dengan Rusia, tetapi pasukan Rusia membombardir kota-kota di seluruh negeri dalam apa yang disebut Moskow sebagai “operasi militer khusus”, dan tampaknya berkumpul kembali untuk kemungkinan serangan di ibu kota Kiev.

Pada Jumat (11/3 2022) Presiden AS Joe Biden bergabung dengan sekutu untuk menyerang Moskow dalam perdagangan dan menutup dana pembangunan, dan mengumumkan larangan impor makanan laut, vodka, dan berlian Rusia.

Rubel ditutup 3,7 persen lebih kuat untuk hari ini terhadap dolar di 114,2525 di bursa Moskow, sedangkan untuk minggu ini, turun 8,1 persen, setelah kehilangan lebih dari 32 persen nilainya selama tiga minggu terakhir.

Tawaran luar negeri ditunjukkan pada 125,50/140 di Refinitiv dan tawaran 135,00 terhadap dolar di EBS.

Mata uang rubel telah jatuh sebanyak 39 persen tahun ini di Moskow, sementara tawaran luar negeri telah melihat penurunan yang lebih besar, sejauh ini merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di dunia tahun ini. Spread bid/ask yang lebar menunjukkan betapa tidak likuidnya perdagangan saat ini.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan inflasi Rusia akhir tahun menjadi 20 persen dari 17 persen sebagian karena depresiasi lebih lanjut dari rubel.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button