Ekonomi

Menkeu AS: G7 Akan Berusaha Rebut Aset Elit Penting Rusia

INDOPOSCO.ID – Kelompok Tujuh ekonomi utama (G7) akan membentuk satuan tugas untuk fokus pada pembekuan dan penyitaan aset elit penting Rusia, bertujuan untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada Rusia setelah invasi ke Ukraina, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Selasa (1/3).

Langkah itu “akan menimbulkan rasa sakit finansial pada individu-individu kuat di sekitar (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan memperjelas bahwa tidak ada seorang pun di luar jangkauan kolektif kita,” kata Yellen dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan virtual para kepala keuangan G7, Rabu (2/3), seperti dilansir Antara.

G7 juga akan terus mendukung penghapusan lembaga keuangan utama Rusia dari sistem perbankan SWIFT, katanya, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut mengharapkan sanksi yang dijatuhkan sejauh ini akan “menghambat kemampuan pemerintah Rusia untuk mendanai invasinya.”

Baca Juga : PBB: Sedikitnya 536 Warga Ukraina Jadi Korban Invasi Rusia

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus”.

Sanksi memiliki dampak langsung pada ekonomi Rusia, dengan antrian terbentuk di luar bank- bank saat warga Rusia bergegas menyelamatkan tabungan mereka. Perusahaan minyak Royal Dutch Shell Plc pada Selasa (1/3) menjadi perusahaan besar Barat terbaru yang menarik diri dari negara itu.

Langkah-langkah tersebut membatasi penggunaan cadangan dana yang digunakan untuk berperang senilai 640 miliar dolar AS oleh Moskow untuk mempertahankan mata uangnya, tetapi masih harus dilihat apakah Rusia dapat menemukan saluran lain untuk perdagangan dan pembiayaan ekonominya.

Khususnya, perusahaan-perusahaan dan bank-bank China sedang mencari cara untuk membatasi dampak sanksi terhadap hubungan mereka dengan Rusia, dengan penyelesaian transaksi dalam yuan terlihat meningkat dengan mengorbankan dolar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button