Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Kartu Kredit Berbasis Tabungan Emas Pertama di Indonesia

INDOPOSCO.ID – Setelah sukses dengan produk Tabungan Emas, PT Pegadaian menggandeng  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Kartu Emas sebagai alat pembayaran berbasis saldo tabungan emas.

Produk anyar ini merupakan kartu kredit co-branding yang menjadi salah satu langkah nyata penguatan sinergi dan konsolidasi bisnis antara Pegadaian dan BRI, sekaligus mendorong minat masyarakat terhadap aset emas.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan, produk baru ini memberikan pengalaman berbeda bagi parah nasabah Tabungan Emas. Sebab, saldo pada Kartu Emas merupakan saldo tabungan emas, yang dikonversi dengan sistem gadai tabungan emas.

Baca Juga : Badai Emas Pegadaian 2021 Berkah untuk Semua Orang

“Layaknya menggunakan kartu kredit, Kartu Emas merupakan alternatif penggunaan saldo Tabungan Emas untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Menggunakan sistem Gadai Tabungan Emas, kita bisa melakukan transaksi di merchant offline maupun online dimana pun yang memiliki logo Visa,” ujar Kuswiyoto.

Nasabah dapat memiliki Kartu Emas jika rekening Tabungan Emas yang didaftarkan mempunyai saldo minimal 5 gram yang terhubung di aplikasi Pegadaian Digital dan sudah melakukan upgrade Akun Premium.

Syarat lainnya ialah usia pemilik minimal 21 tahun atau 17 tahun jika sudah menikah. Nasabah bahkan dapat menambah sendiri limit kredit yang diinginkan sesuai dengan saldo emas yang dimiliki tanpa harus melalui screening.

Kuswiyoto menyebut proses pengajuan kartu kredit co-branding ini sangat mudah dan cepat. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, nasabah tabungan emas dapat menempuh pengajuan kartu emas, mendapat informasi status aplikasi, pengiriman dan aktivasi kartu, informasi kartu dan transaksi.

Baca Juga : Pegadaian Dukung Penegak Hukum Tangani Kasus Fraud Oknum Karyawan UPC Anggrek

“Kartu emas bisa dimiliki oleh siapa saja, tanpa memandang pekerjaan, penghasilan, dan faktor lainnya. Proses pengajuannya pun cepat, hanya menggunakan aplikasi Pegadaian Digital tanpa harus datang ke outlet,” kata Kuswiyoto.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button