Ekonomi

Emas Jatuh 10,3 Dolar, Investor Antisipasi Kenaikan Suku Bunga Fed

INDOPOSCO.IDEmas melemah pada akhir perdagangan Senin (20/12) waktu setempat New York atau Selasa (21/12) pagi WIB, karena investor menjadi khawatir tentang suku bunga yang lebih tinggi pada 2022 dan menilai sejauh mana dampak kenaikan suku bunga Federal Reserve AS terhadap inflasi yang memanas, serta mengukur dampak melonjaknya kasus virus corona omicron terhadap perekonomian.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD10,3 atau 0,57 persen menjadi ditutup pada USD1.794,60 per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di USD1.793,33 per ounce pada pukul 18.45 GMT.

Investor menghabiskan hari dengan menjual logam mulia untuk melindungi posisi dalam mengantisipasi tiga kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2022.

Analis pasar juga mengaitkan kurangnya dorongan karena kurangnya likuiditas di pasar menjelang liburan, daripada murni sikap yang lebih bearish terhadap logam mulia.

Baca Juga : Emas Bertahan Dekat Tertinggi 3 Minggu di Tengah Kegelisahan Omicron

Ekuitas global juga mundur di tengah kekhawatiran atas dampak pembatasan Covid-19 yang lebih ketat, tetapi arus masuk ke aset safe- haven emas tampaknya terhenti.

Namun demikian, emas menemukan sedikit dukungan dari dolar yang lebih rendah.

Ini berbeda dengan Jumat (17/12), ketika kekhawatiran yang dipicu omicron mendorong harga emas ke puncaknya sejak 26 November.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button