Ekonomi

Insentif Dinilai Cara untuk Peningkatan Produksi Migas

INDOPOSCO.ID – Insentif hulu migas yang diterima oleh PT Pertamina Hulu Mahakam pada pertengahan tahun berbuah manis. Saat ini, produksi migas operator Blok Mahakam tersebut sudah berada di atas 50 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) PT Pertamina Hulu Mahakam mendapati peringkat pertama dari SKK Migas Award untuk kategori Kontraktor KKS dengan produksi di atas 50 ribu BOEPD. Penghargaan ini diberikan saat penutupan The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), di Denpasar, Bali, Rabu (1/12).

Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menyatakan, realisasi produksi di blok Mahakam setelah mendapatkan insentif dari pemerintah membuktikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan produksi memang dengan memberikan perhatian lebih dalam kegiatan operasi produksi migas melalui insentif.

Baca Juga : Indonesia-China Tandatangani Proyek Industri Migas Rp21,6 Triliun

“Kita bersyukur dengan capaian ini. Ini membuktikan bahwa insentif merupakan katalis positif pada kinerja Kontraktor KKS,” ujar Julius kepada media melalui keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

Sementara, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Agus Amperianto mengatakan, Kontraktor KKS tersebut selama ini sudah menerima beberapa insentif dari pemerintah. Insentif-insentif tersebut adalah perubahan First Tranche Petroleum (FTP) dari 20 persen ke 5 persen, investment credit 17 persen dan depresiasi dipercepat pada tahun terakhir Production Sharing Contract (PSC).

“Dengan insentif, Mahakam dapat menahan laju penurunan produksi sehingga dapat menjaga produksi di atas 500 MMscfd hingga beberapa tahun ke depan dan dapat melanjutkan operasi di Mahakam hingga akhir kontrak di 2037,” jelas Agus.

Insentif Dinilai Cara Untuk Peningkatan Produksi Migas

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mustafid Gunawan menuturkan, agar target IRR 15 persen bisa terwujud, maka sejumlah insentif bagi kontraktor migas harus diberikan, baik itu dari Kementerian ESDM maupun Kementerian Keuangan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button