Ekonomi

Implementasi Batam Logistics Ecosystem Semakin Siap, Berikut Progres dan Capaiannya

INDOPOSCO.IDBea Cukai Batam sebagai salah satu unsur dan inisiator Batam Logistics Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) kembali menyelenggarakan kegiatan sharing session dan public hearing. Acara yang dilaksanakan untuk membahas kolaborasi dalam menciptakan ekosistem logistik dari masing-masing pemangku kepentingan sebagai upaya membangun Kota Batam dilaksanakan pada hari Jumat, (26/11/2021).

Kepala Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo, sebagai tuan rumah dari acara Sharing Session dan Public Hearing Implementasi BLE juga mengungkapkan semangatnya untuk berkolaborasi antar instansi demi wujudkan ekosistem logistik yang baik.

“Kita semua telah melakukan kooperasi dan kolaborasi dalam pembentukan ekosistem logistik ini. Semakin banyak yang ikut bergabung dalam ekosistem kita, maka manfaatnya akan semakin dirasakan oleh orang-orang yang terlibat pada sistem ini, pada ekosistem yang kita bangun bersama ini,” ucap Ambang Priyonggo

Dengan mengundang para pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintahan hingga unsur bisnis atau swasta yang terlibat dalam pengimplementasian BLE, Ketua Tim Batam Logistics Ecosystem (BLE) Bea Cukai Batam, Dwi Jogyastara, memaparkan progres dan capaian BLE selama ini.

Dwi Jogyastara menyampaikan, “Dalam Inpres No. 5 Tahun 2020 pemerintah telah menyusun langkah-langkah untuk melakukan penataan logistik dan sudah disusun dalam rangka rencana aksinya, ada empat pilar salah satunya adalah simplifikasi antar layanan pemerintah.” jelasnya.

Progres dan capaian tersebut yang pertama yaitu telah diciptakannya penyederhanaan proses bisnis antar layanan pemerintah (G2G). Penyederhanaan proses bisnis layanan pemerintah di bidang logistik yang berbasis teknologi informasi ini diciptakan guna menghilangkan repetisi dan duplikasi. Layanan pemerintah di bidang logistik yang telah disederhanakan tersebut di antaranya yaitu layanan Ship to Ship & Floating Storage Unit (STS-FSU), layanan persetujuan kedatangan kapal, layanan perizinan usaha dan pemotongan kuota dan layanan Single Submission (SSm) pengangkut serta manajemen inventory pelabuhan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button