Ekonomi

Emas Jatuh 6,7 Dolar, Terseret Kenaikan Imbal Hasil AS dan “Greenback”

INDOPOSCO.ID – Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa (5/10) atau Rabu (6/10) pagi WIB, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar yang lebih kuat merusak daya tarik logam safe-haven, ketika para investor menunggu data penggajian (payrolls) non-pertanian Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot 6,7 dolar AS atau 0,38 persen, menjadi ditutup pada 1.760,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (4/10/2021), emas berjangka terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.776,60 dolar AS.

Harga emas berjangka juga naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.758,40 dolar AS pada Jumat (1/10/2021), setelah melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS pada Kamis (30/9/2021), dan anjlok 14, 6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu (29/9/2021).

“Pergerakan naik dalam dolar dan imbal hasil obligasi, setelah kemunduran ringan yang terlihat selama beberapa hari terakhir dan rebound di pasar ekuitas, mendorong emas turun,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Dolar AS menguat di dekat level tertinggi satu tahun minggu lalu terhadap rival utamanya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang dijadikan acuan, yang pekan lalu naik ke level tertinggi sejak Juni di 1,5670 persen, terakhir naik di 1,5223 persen.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button