Ekonomi

Pertamina Uji Bioavtur J2.4 dengan Pesawat CN-235-220

INDOPOSCO.ID – Bahan bakar pesawat dengan campuran minyak kelapa sawit saat ini dikembangkan PT Pertamina (Persero) sebagai upaya menurunkan emisi karbon sektor transportasi udara. Produk bernama Bioavtur J2.4 tersebut dibuat oleh Kilang Pertamina Internasional di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

“Melalui tahap pengembangan yang komprehensif, Bioavtur J2.4 terbukti menunjukkan performa yang setara dengan bahan bakar avtur fosil,” kata Sekretaris Perusahaan Subholding Refining & Petrochemical Pertamina Ifki Sukarya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Sejak 2014, Pertamina telah merintis penelitian dan pengembangan bioavtur melalui Kilang Dumai dan Kilang Cilacap. Saat ini, performa bioavtur sudah optimal dengan perbedaan kinerja hanya 0,2-0,6 persen dari kinerja avtur fosil.

Produk Bioavtur J2.4 buatan Pertamina mengandung bahan bakar nabati dari minyak inti kelapa sawit sebanyak 2,4 persen melalui teknologi katalis. Kontribusi perseroan dalam mengembangkan bahan bakar nabati pesawat tersebut dilakukan meliputi dua tahap penting.

Tahap pertama ditandai dengan proses Hydrodecarboxylation dengan target awal adalah produksi diesel biohidrokarbon dan bioavtur dalam skala laboratorium.

Sedangkan tahap kedua ditandai dengan proses Hydrodeoxygenation berupa diesel biohidrokarbon yang lebih efisien. Pada 2020, Kilang Dumai berhasil memproduksi diesel biohidrokarbon yang 100 persen berasal dari bahan baku nabati, yaitu Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).

RBDPO adalah minyak kelapa sawit yang sudah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau.

Tahap awal tersebut menjadi langkah penting pengembangan produk hijau, termasuk diesel hijau dan bioavtur. Ifki menyampaikan bahwa bioavtur yang dihasilkan Kilang Cilacap melalui bahan baku inti kelapa sawit dengan avtur fosil.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button