Ekonomi

Saham Asia Terdampak Data Pekerjaan AS yang Mengecewakan

INDOPOSCO.ID – Pasar saham Asia mengawali reaksi perdagangan yang beragam, ketika laporan penggajian (payrolls) AS mengisyaratkan otoritas moneter AS akan menjaga kebijakan sangat longgar lebih lama, tetapi juga mengaburkan prospek pertumbuhan global dan inflasi.

Liburan hari buruh di Amerika Serikat menyebabkan transaksi jadi kurang bergairah dan membuat indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang tetap datar di awal perdagangan. Indeks acuan Nikkei Jepang naik 1,7 persen, tetapi indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,1 persen. Indeks berjangka Nasdaq hampir tak berubah, sedangkan indeks berjangka S&P 500 turun 0,1 persen.

Investor masih mengkaji dampak laporan penggajian AS untuk Agustus tersebut yang menunjukkan peningkatan pekerjaan jauh lebih kecil dari yang diharapkan, tetapi juga kenaikan upah.

Kenaikan upah sudah cukup untuk mendorong imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama menjadi lebih tinggi dan mempertajam kurva imbal hasil, bahkan ketika pasar berspekulasi Federal Reserve mungkin mulai melakukan tapering (pengurangan pembelian aset).

“Ketenagakerjaan melambat tajam pada Agustus, dengan sedikit indikasi kenaikan pasokan tenaga kerja. Ini menempatkan The Fed dalam kebingungan karena menyeimbangkan risiko pelambatan permintaan yang tajam terhadap pasokan dan inflasi yang ketat,” kata ekonom Barclays Jonathan Millar seperti dilansir Antara, Senin (6/9/2021).

“Kami masih memperkirakan Fed akan memberi sinyal tapering pada September, tetapi sekarang akan dimulai pada Desember, bukan November. Pelonggaran kuantitatif (QE) kemungkinan akan berakhir pada pertengahan 2022,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button