• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dugaan Kecurangan TKA di 308 Sekolah, Begini Respons DPR

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 7 November 2026 - 21:01
in Nasional
Siswa

Ilustrasi siswa tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dugaan kecurangan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terindikasi terjadi di 308 satuan pendidikan pada 33 provinsi menjadi sorotan DPR RI. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) diminta memperketat pengawasan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, kemajuan penyelenggaraan TKA dari tahun ke tahun tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap berbagai indikasi pelanggaran yang ditemukan.

BacaJuga:

Usaha Garam Rakyat Aceh Bangkit Lewat Bantuan Rumah Perebusan dari KKP

Irene Umar Tantang Anak Muda Ikut Tentukan Masa Depan Ekraf Indonesia

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026

Dia mengakui, pelaksanaan TKA selama ini menunjukkan perkembangan positif, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Namun, temuan dugaan pelanggaran di ratusan sekolah harus menjadi bahan introspeksi bagi Kemendikdasmen untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan asesmen.

“Untuk TKA mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya, menurut kami dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. Hanya saja, kalau ditanya apakah masih terindikasi terjadi kecurangan, tentu di sini harus ada introspeksi kita sendiri,” ujar Ferdiansyah dalam keterangan, Sabtu (7/11/2026).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan internal. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di daerah juga perlu diperkuat agar pelaksanaan TKA berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, Kemendikdasmen harus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak terkait untuk ikut memantau sekaligus meninjau pelaksanaan asesmen di daerah. Dengan begitu, potensi pelanggaran bisa dideteksi sejak dini.

“Seharusnya Kemendikdasmen melibatkan para pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk bersama-sama melihat dan meninjau pelaksanaan TKA tersebut,” katanya.

Selain pengawasan, Ferdiansyah juga menyoroti masih minimnya sosialisasi dan informasi mengenai pelaksanaan TKA. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat masyarakat kurang memahami mekanisme asesmen sehingga partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaannya belum maksimal.

Dia menilai, sosialisasi seharusnya dilakukan secara masif sejak awal hingga seluruh rangkaian TKA berakhir. Langkah itu penting agar masyarakat mengetahui tujuan, mekanisme, sekaligus ikut mengawasi proses pelaksanaannya.

“Pelibatan masyarakat pada pelaksanaan TKA tahun ini kami anggap masih kurang, begitu juga informasi yang disampaikan. Karena itu, untuk mengurangi indikasi kecurangan di 308 satuan pendidikan jenjang SMA tersebut, kuncinya adalah pelibatan, sosialisasi, dan pengawasan bersama sejak awal hingga akhir pelaksanaan TKA,” tegasnya.

Lebih jauh, Ferdiansyah mengingatkan bahwa TKA bukan ajang perlombaan untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya. Asesmen tersebut sejatinya digunakan untuk memetakan capaian pembelajaran peserta didik sekaligus mengetahui kondisi riil mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Karena itu, lanjut dia, praktik kecurangan justru menjadi bumerang bagi siswa maupun sekolah. Hasil asesmen yang tidak menggambarkan kemampuan sebenarnya akan membuat pemetaan kualitas pendidikan menjadi tidak akurat.

“Hasil TKA ini kan menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menentukan kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran. Jika hasilnya dimanipulasi, sekolah berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh pendampingan maupun perhatian khusus dari pemerintah,” ujarnya.(nas)

Tags: DPR RIKecuranganKemendikdasmenpendidikanTes Kemampuan Akademik

Berita Terkait.

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Usaha Garam Rakyat Aceh Bangkit Lewat Bantuan Rumah Perebusan dari KKP

Senin, 9 November 2026 - 01:43
Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Irene Umar Tantang Anak Muda Ikut Tentukan Masa Depan Ekraf Indonesia

Senin, 9 November 2026 - 00:33
Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026
Nasional

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026

Minggu, 8 November 2026 - 23:12
Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng
Nasional

Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng

Minggu, 8 November 2026 - 22:21
TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi
Nasional

TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi

Minggu, 8 November 2026 - 20:11
Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
Nasional

Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu

Minggu, 8 November 2026 - 17:55

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3348 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.