INDOPOSCO.ID – Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno Hayashikawa, menekankan pentingnya penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Early Childhood Care and Education (ECCE) sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi regional yang membahas pembiayaan dan investasi pada sektor pendidikan anak usia dini di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam pemaparannya, pihak UNESCO mengingatkan bahwa berbagai isu global saat ini, seperti etika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pelestarian keanekaragaman hayati, hingga literasi media, perlu ditanamkan sejak usia paling dini.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi dari segala fondasi pembangunan berkelanjutan. Kita tidak bisa membahas etika AI atau perlindungan lingkungan di masa depan tanpa memulainya dari usia dini,” ujar Maki.
Ia menyoroti komitmen pembiayaan PAUD dari pemerintah di berbagai negara, di mana UNESCO terus mendorong pemenuhan tolok ukur alokasi pembiayaan sebesar 10 persen dari total anggaran pendidikan agar PAUD tidak lagi dijadikan pilihan belakangan.
“Pemerintah wajib hadir memberikan dukungan infrastruktur dan pendanaan publik sebagaimana pada layanan kesehatan dan sekolah formal,” kata Maki menegaskan bahwa layanan PAUD merupakan barang publik (public good).
Mengenai skema pembiayaan, UNESCO mencatat berbagai negara telah menerapkan model yang beragam, seperti supply financing, demand financing, hingga pendanaan inovatif, meski tidak ada satu skema tunggal yang berlaku efektif untuk semua negara.
Sejalan dengan isu tersebut, Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) menggelar 2026 Learning Forum di Jakarta pada 20–22 Oktober 2026 dengan fokus pada dampak perubahan iklim dan keterbatasan pendanaan publik.
Forum regional bertema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific” ini juga membahas peluang serta risiko penggunaan teknologi digital dan AI bagi perkembangan anak usia dini.
Penyelenggaraan forum ini diinisiasi oleh ARNEC bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Tanoto Foundation, SEAMEO CECCEP, serta Koalisi Nasional PAUD HI. (nas)

















