INDOPOSCO.ID – Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak geopolitik dan melonjaknya harga minyak mentah dunia.
“Saya berkonsultasi dengan Bapak Presiden, saya katakan Bapak Presiden, memang secara ideal itu harus kita naikkan. Tetapi Partai Golkar berkomitmen untuk dalam kondisi seperti sekarang, belum waktunya untuk kita naikkan harga BBM,” kata Bahlil di acara Tasyakuran dan Doa Bersama HUT ke-62 Partai Golkar di Jakarta dikutip Rabu (21/10/2026).
Ia mengungkapkan, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga Oktober 2026 telah mencapai 91–92 dolar AS per barel. Angka tersebut telah melampaui asumsi APBN yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.
Situasi tersebut dinilainya memicu membengkaknya kebutuhan subsidi BBM dari pemerintah. “Sekarang harga subsidi kita itu sudah mencapai Rp730 sampai Rp750 triliun, dari asumsi APBN hampir kurang lebih kita Rp500 triliun,” ungkap Bahlil.
Ia menegaskan bahwa kendati penyesuaian harga BBM masuk dalam pertimbangan ekonomi, pemerintah tetap berhati-hati terhadap efek domino yang bisa ditimbulkannya.
“Karena kalau itu kita naikkan itu berdampak ke mana-mana,” tutur Bahlil.
Pencarian alternatif penerimaan negara disebutnya menjadi solusi yang ditempuh pemerintah agar harga BBM tidak perlu disesuaikan dalam situasi saat ini.
“Tapi Bapak Presiden karena alumni Partai Golkar, memerintahkan juga kepada saya, ‘Kalau kamu tidak mau naikkan, carikan sumber pendapatan tambahan untuk menutupi defisit daripada penambahan subsidi’. Ya karena kita otaknya pedagang, ya terpaksa lah kita mainkan barang itu,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung kondisi geopolitik dan masalah sosial yang terjadi di beberapa negara. Kondisi itu tak bisa dipungkiri dapat berpengaruh terhadap Indonesia.
“Kita tahu semua bahwa dinamika geopolitik global yang tidak menentu, kita tahu perang geopolitik yang tidak pernah kita tahu kapan selesainya,” imbuh Bahlil.(dan)

















