INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto menyebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memegang peran strategis dan berpengaruh besar sebagai tolok ukur ibu kota negara.
Hal itu disampaikannya saat penandatanganan berita acara serah terima hibah barang rampasan negara dari KPK kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balairung Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
“Gubernur DKI itu sesungguhnya itu presiden kecil, Pak. Iya karena barometer kan ibu kota sebuah negara,” kata Fitroh di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia kemudian mengapresiasi kinerja Pramono di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya dibuktikan dengan pencapaian Jakarta yang menempati peringkat ke-15 di dunia dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik.
“Makanya tidak salah sehingga Kota Jakarta menjadi kota transportasi nomor 15 di dunia. Keren, Pak. Itu karena tidak sembrono,” ucap Fitroh.
Cara kerja Pramono dinilai sangat efisien dan penuh kehati-hatian. Karena kinerjanya yang efisien dan cermat itulah, ia dinilai layak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Beliau praktis kerjanya dan tidak sembrono. Makanya, karena beliau praktis kerjanya dan tidak sembrono, beliau bisa jadi Gubernur DKI,” jelas Fitroh.
Ia berseloroh jika Pramono gegabah dalam menjalankan pemerintahannya di Jakarta, maka bisa terjaring operasi senyap KPK.
“Praktis kerjanya dan memang tidak sembrono. Kalau sembrono kena OTT KPK, pasti,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, KPK menghibahkan dua aset barang rampasan negara dari kasus korupsi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai total sekitar Rp9,65 miliar. (dan)

















