INDOPOSCO.ID – OCBC menghadirkan Premier One, layanan eksklusif bagi nasabah high-net-worth dengan kebutuhan pengelolaan kekayaan yang makin kompleks. Layanan ini dirancang untuk membantu nasabah mengembangkan aset, menjaga likuiditas, dan mengelola risiko, sekaligus menyelaraskan kebutuhan pribadi, keluarga, dan bisnis.
OCBC 2026 Net Promoter Score Study menunjukkan nasabah affluent yang puas memiliki tingkat engagement 20 persen lebih tinggi dibandingkan nasabah yang belum puas. Keluasan solusi investasi menjadi salah satu faktor utama kepuasan tersebut. Sebanyak 75 persen investor affluent menginginkan saran yang personal, sementara 70% berharap advisor memberikan pandangan secara proaktif.
“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio. Personalisasi berarti memberikan akses yang mudah kepada advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang benar-benar relevan,” ujar Customer Experience Head OCBC, Hayati Indah Putri, pada acara Peluncuran Premier One, di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Kebutuhan nasabah kini juga melampaui transaksi dan investasi. Beyond Banking menjadi salah satu dari tiga faktor utama pendorong kepuasan, dengan 42 persen nasabah high-net-worth menyatakan puas terhadap manfaat OCBC yang mendukung mobilitas, kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup.
Melalui semangat personalized accessibility for every ambition, Premier One mengintegrasikan pendampingan ahli, akses ke solusi investasi pilihan, serta manfaat regional dan gaya hidup yang disesuaikan dengan profil risiko, tahapan kehidupan, kebutuhan likuiditas, dan tujuan nasabah.
“Premier One memperkuat proposisi wealth management OCBC dengan menyatukan pendampingan ahli, akses prioritas kepada solusi investasi pilihan, serta kekuatan jaringan regional dan manfaat lifestyle. Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing,” ujar Premier Banking Segment Head OCBC, Stephanie M. Kristanto, di tempat yang sama.
Tantangan pengelolaan kekayaan juga terlihat dari perilaku investasi. Sebanyak 59 persen wealth professionals menilai nasabah Indonesia semakin knowledgeable, tetapi lebih dari 70 persen saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito. Sementara itu, secara global, 68 persen individu high-net-worth berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity, tetapi hanya 17 persen menilai pengalaman advisory mereka sudah mulus dan personal.
“Keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah. Wealth management yang personal dimulai dari pemahaman terhadap tujuan nasabah, kemudian diterjemahkan menjadi strategi dan akses kepada solusi investasi yang relevan,” terang Wealth Management Advisory Head OCBC, Diamond Stole, di lokasi yang sama.
Karena itu, Premier One menawarkan tiga pilar accessibility: pendampingan Senior Relationship Manager bersama Konsultan Investasi; akses prioritas ke produk unggulan dan insight finansial dari wealth panel sesuai kebutuhan; serta layanan regional dan elevated lifestyle privileges melalui jaringan OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.
Setiap rekomendasi investasi tetap mempertimbangkan profil risiko, tujuan, kebutuhan likuiditas, serta pemahaman nasabah, disertai penjelasan mengenai manfaat, risiko, biaya, dan karakteristik produk.
Manfaat lainnya mencakup OCBC Premier Lounge, program kartu, premium airport pick-up, medical check-up di Indonesia maupun luar negeri, serta pengalaman eksklusif sesuai ketentuan. Nasabah juga berkesempatan memperoleh travel voucher Rp12 juta dan cashback hingga Rp21 juta bagi nasabah baru atau Rp20 juta bagi nasabah eksisting, sesuai segmentasi, periode, serta syarat dan ketentuan program.
Pendekatan ini mencerminkan craftsmanship OCBC dalam memahami kebutuhan secara mendalam dan merancang solusi yang relevan dengan tujuan unik setiap nasabah.(her)

















