INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung enggan berkomentar banyak mengenai keberadaan Kampung Pelangi di Cilandak, Jakarta Selatan, permukiman yang tampak kontras karena berdiri di tengah kawasan elite.
“Kebetulan saya belum melihat ya, kalau saya jawab nanti saya ngarang,” kata Pramono di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan akan meninjau serta mendalami permasalahan Kampung Pelangi di Jakarta Selatan, seraya berjanji melakukan perbaikan pada lokasi-lokasi kumuh yang tersebar di lima wilayah Jakarta.
“Jadi saya akan lihat dulu dan saya akan pelajari,” ujar Pramono.
“Tapi yang jelas bahwa tempat-tempat yang selama ini kumuh, apakah itu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan tadi juga Jakarta Selatan di Kampung Pelangi, kami akan melakukan perbaikan ke itu,” tambahnya.
Keberadaan Kampung Pelangi menjadi sorotan tajam warganet karena memperlihatkan potret nyata urban inequality atau ketimpangan sosial yang mencolok di ibu kota.
Kampung Pelangi dinamakan oleh RT setempat sejak tahun 2020 secara spontan. Bukan karena keindahan visualnya, melainkan sebagai simbol keberagaman para warganya yang datang merantau dari berbagai daerah dan latar belakang sosial yang berbeda-beda.
Wilayah itu dihuni sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas berprofesi sebagai pemulung atau pengumpul barang bekas. Berbeda dengan namanya yang terdengar indah, kondisi aslinya merupakan permukiman padat dengan rumah-rumah kayu reot dan kontrakan sempit berukuran 2×3 meter. (dan)

















