INDOPOSCO.ID – Dukungan permodalan menjadi salah satu kunci bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengembangkan usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi senilai Rp750 juta, koperasi ini mulai memperkuat pijakan bisnis sekaligus membidik peluang pasar yang lebih besar.
Dengan memanfaatkan bangunan lama milik kelurahan, KDMP Tamanmartani memilih memprioritaskan modal untuk menjalankan kegiatan usaha ketimbang membangun fasilitas fisik baru. Strategi tersebut memungkinkan koperasi berfokus pada pengembangan unit bisnis yang dibutuhkan masyarakat.
Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan dana LPDB yang diterima pada Desember 2025 merupakan bagian dari pengajuan pembiayaan sebesar Rp1,5 miliar. Selain dana bergulir, sumber permodalan koperasi berasal dari penyertaan modal Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) serta iuran pokok dan wajib anggota.
“Modal KDMP kami berasal dari LPDB Rp750 juta, Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) berupa penyertaan modal dan juga dari iuran wajib – pokok dari anggota,” kata Mawardi saat berbincang dengan awak media di KDMP Tamanmartani, Selasa (13/10/2026).
Dukungan tersebut menjadi bekal penting bagi koperasi yang masih berada dalam tahap awal pengembangan. Menurut Mawardi, koperasi membutuhkan waktu dan dukungan keuangan agar dapat membangun aktivitas usaha secara bertahap.
“Ketika kami berdiri tidak langsung eksis maka kami mendapat dukungan berupa bantuan keuangan. Memang kami tidak membangun fisik koperasi namun kami memanfaatkan bangunan lama yang menjadi aset milik kelurahan,” jelasnya.
Kini, KDMP Tamanmartani telah menjalankan enam lini usaha, yakni Gerai Sembako, Gerai Sarana Produksi Pertanian, Bioflok Ikan Nila, Klinik, Suplier SPPG dan Agen BNI 46. Keberagaman usaha ini menjadi upaya koperasi membangun sumber pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dari sejumlah sektor.
Di antara peluang yang tengah dikembangkan, kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu sasaran penting. Saat ini, koperasi telah menjadi pemasok, meski kontribusinya belum maksimal. Pengurus berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi kemitraan pasokan yang lebih stabil.
“Kita juga menjadi suplier SPPG walaupun belum full, harapannya kalau KKMP bisa menjadi suplier tetap minimal suplai 35 persen saja kebutuhan SPPG maka kami yakin koperasi ini bisa semakin eksis,” terang Mawardi.
Apabila peluang tersebut dapat direalisasikan, koperasi berharap bisa memperluas aktivitas usaha sekaligus membuka kesempatan bagi produk pertanian lokal untuk masuk ke rantai pasok yang lebih terorganisasi. Rencana menjadi offtaker atau pembeli hasil pertanian warga juga disiapkan sebagai langkah pengembangan berikutnya.
Mawardi berharap dukungan pembiayaan LPDB dapat ditingkatkan untuk membantu rencana ekspansi tersebut. Ia menilai proses pencairan pinjaman yang diterima koperasi tergolong mudah dan cepat sehingga memberikan dukungan bagi pengembangan usaha.
Namun, pertumbuhan bisnis tetap harus disertai penguatan tata kelola. Pengurus menyadari pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), transparansi keuangan, dan profesionalisme pengelolaan. Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi bendahara menjadi salah satu rencana sebelum unit simpan pinjam dijalankan secara penuh.
Dari sisi kewajiban pembiayaan, pengembalian pinjaman dana bergulir sejauh ini berjalan tertib. LPDB juga melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan untuk memantau perkembangan serta menjaga kesehatan keuangan koperasi.
“Kita punya banyak potensi termasuk untuk menjadi suplier ke SPPG (secara tetap). Kita berharap ruang komunikasi bisa terus dibuka sehingga peluang kerjasama dapat terus ditingkatkan dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Selain pengembangan usaha, KDMP Tamanmartani juga menyiapkan peningkatan layanan kesehatan. Klinik yang telah beroperasi direncanakan menjalani sertifikasi dan uji kelayakan agar dapat memenuhi persyaratan sebagai Klinik Pratama dan melayani pasien BPJS Kesehatan.
Dalam skala lebih luas, LPDB Koperasi telah menyalurkan dana bergulir kepada delapan KDKMP dengan total pencairan Rp6,38 miliar. Pembiayaan tersebut diberikan melalui skema syariah kepada dua KDKMP dan skema konvensional kepada enam KDKMP.
Bagi KDMP Tamanmartani, tantangan berikutnya bukan sekadar menambah jumlah unit usaha, melainkan memastikan setiap kegiatan bisnis berjalan sehat, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Penguatan kemitraan, terutama dalam rantai pasok pangan dan hasil pertanian, diharapkan menjadi jalan untuk memperbesar peran koperasi dalam perekonomian desa. (her)

















