• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15
in Nasional
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui semangat ukhuwwah makhluqiyyah atau persaudaraan sesama makhluk Tuhan. Menurutnya, alam semesta bukan benda mati yang bisa dieksploitasi sesuka hati, melainkan bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Agama memperkenalkan ukhuwwah makhluqiyyah, persaudaraan sebagai sesama makhluk Tuhan. Selama kita menganggap alam semesta ini benda mati untuk dieksploitasi, kiamat akan datang lebih awal,” tegas Nasaruddin saat peluncuran Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

BacaJuga:

Perkuat Pelindungan PMI, KP2MI Sediakan Layanan Telekonseling Kesehatan Mental

ISST Ke-6, UT Perkuat Riset Mahasiswa dan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat

BPDP Bekali 5 Ribu Penerima Beasiswa 2026 untuk Perkuat SDM Perkebunan

Gerakan tersebut diluncurkan melalui kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” itu menjadi upaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan di satuan pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Muhammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, jajaran pejabat kementerian, tenaga pendidik, serta siswa sekolah dan madrasah dari berbagai jenjang pendidikan.

Nasaruddin menekankan, pendekatan agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pengawas batin yang membimbing perilaku manusia agar tetap menjaga alam, bahkan ketika tidak ada aparat yang mengawasi.

Menurut dia, penegakan hukum dan pengawasan fisik memiliki keterbatasan ruang dan waktu. Karena itu, kesadaran spiritual perlu diperkuat agar masyarakat tidak melakukan perusakan lingkungan, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi, melainkan karena memahami tanggung jawab moralnya sebagai sesama makhluk Tuhan.

“Bahasa agama sangat penting karena itu bisa memandu orang. Di dalam hutan belantara tidak ada polisi pun, orang tidak akan merusak alam. Karena ada bahasa agama yang mengawasi di mana pun orang itu berada,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar pendekatan penyelamatan lingkungan berbasis nilai-nilai agama tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga diperkenalkan pada tingkat global. Dengan demikian, pelestarian alam dapat menjadi gerakan bersama yang berlandaskan kesadaran moral dan spiritual.

Kementerian Agama (Kemenag), lanjut Nasaruddin, siap mendukung penguatan nilai-nilai pelestarian lingkungan melalui jaringan lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di berbagai daerah. Integrasi nilai ekologis dalam pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kementerian Agama menyadari program Adiwiyata dan sekolah berbudaya lingkungan membutuhkan sinergi dalam penguatan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kami berusaha mendukung gagasan-gagasan cerdas ini agar alam berkontribusi aktif mendukung kesejahteraan manusia,” tuturnya.

Dia menilai, kolaborasi tiga kementerian menjadi langkah penting karena perlindungan lingkungan membutuhkan keterpaduan regulasi pemerintah, kurikulum pendidikan, dan landasan spiritual keagamaan. Ketiga unsur tersebut diharapkan saling menguatkan untuk membangun budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Nasaruddin juga mengajak KLH mempopulerkan istilah ukhuwwah makhluqiyyah sebagai landasan moral dalam gerakan penyelamatan bumi.
Ajakan tersebut mendapat sambutan dari Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat. Dia menyatakan KLH mendukung dan mengadopsi konsep ukhuwwah makhluqiyyah sebagai salah satu pilar penting Gerakan Tobat Ekologis.

“Hal yang sering dilupakan adalah ukhuwwah makhluqiyyah. Itu luar biasa dan akan menjadi kata kunci bagi KLH dalam perspektif keagamaan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kebersamaan sesama makhluk hidup,” kata Jumhur.

Jumhur menyoroti kerusakan lingkungan yang kerap berawal dari perilaku individu yang mengabaikan tanggung jawab terhadap alam. Salah satu contohnya adalah kebiasaan membuang sampah plastik ke sungai yang berkontribusi terhadap pencemaran perairan, termasuk keberadaan mikroplastik pada ikan di lautan.

Melalui gerakan tobat ekologis, menurutnya, KLH mendorong perubahan perilaku dengan bertumpu pada tiga prinsip utama. Yakni, menyadari kesalahan yang dilakukan pada masa lalu, berkomitmen tidak mengulangi tindakan yang merusak lingkungan, serta melakukan aksi nyata untuk memulihkan alam.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan, kesiapan Kemendikdasmen untuk menanamkan nilai moral dan etika lingkungan sejak pendidikan dasar.

Menurut Atip, pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari di sekolah. Lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun perilaku tertib, aman, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

“Sekarang ini kami canangkan lewat pembiasaan-pembiasaan. Sekolah adalah tempat pendidikan dan pembiasaan agar lingkungan sekolahnya tertib, aman, nyaman, dan menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya. (nas)

Tags: EkologismenagNasaruddin Umar

Berita Terkait.

Perkuat Pelindungan PMI, KP2MI Sediakan Layanan Telekonseling Kesehatan Mental
Nasional

Perkuat Pelindungan PMI, KP2MI Sediakan Layanan Telekonseling Kesehatan Mental

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:45
ISST Ke-6, UT Perkuat Riset Mahasiswa dan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat
Nasional

ISST Ke-6, UT Perkuat Riset Mahasiswa dan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:06
Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Eni di 3 Wilayah Kerja Migas Kalimantan Timur
Nasional

BPDP Bekali 5 Ribu Penerima Beasiswa 2026 untuk Perkuat SDM Perkebunan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:25
Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Daerah Sukseskan Swasembada Pangan
Nasional

Tiba di Tanjung Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Peroleh Pembebasan Bea Masuk

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:07
Bedah RUU Perampasan Aset, Pakar Hukum Ingatkan 6 Pagar Pelindung
Nasional

Bedah RUU Perampasan Aset, Pakar Hukum Ingatkan 6 Pagar Pelindung

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:15
Angka Inflasi YoY 3,28 Persen, Mendagri Tito Dorong Pemda Perkuat Langkah Pengendalian
Nasional

Angka Inflasi YoY 3,28 Persen, Mendagri Tito Dorong Pemda Perkuat Langkah Pengendalian

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:55

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.