INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kronologi bentrokan yang melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Satpol PP dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/10/2026).
Insiden tersebut bermula dari operasi penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan dan menyasar pihak-pihak yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukan hingga mengganggu ketertiban masyarakat.
Narasi yang beredar di media sosial Instagram, kericuhan dipicu ketidakpuasan pekerja proyek setelah petugas menertibkan pedagang nasi di sekitar lokasi.
“Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” kata Pramono di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).
Ia menuturkan, situasi sempat memanas setelah ada pihak yang menyulut ketegangan di antara para pekerja di lokasi, hingga akhirnya menyebabkan bentrokan awal antara petugas Dinas Perhubungan dan pekerja proyek.
“Kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada,” ujar Pramono.
Tim gabungan Satpol PP dan Dishub melakukan operasi penertiban parkir liar serta pelanggaran trotoar di sekitar Jalan Hang Tuah Raya dan depan Kolam Renang Bulungan.
Para pekerja proyek yang tidak terima kendaraannya ditindak kemudian memprotes petugas, memicu aksi saling dorong, pelemparan barang/helm, hingga pemukulan terhadap aparat.
“Termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, dihantam pakai helm, dan apa Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,” imbuh Pramono.(dan)

















