INDOPOSCO.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) mendorong digitalisasi pasar tradisional melalui Program GERAI (Gerakan Edukasi dan Akuisisi) Pasar QRIS yang berlangsung pada 1-31 Oktober 2026 di Batam.
Program ini menyasar pedagang di Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya dengan melibatkan lebih dari 200 tenant. Melalui kegiatan tersebut, BCA dan BI Kepri memberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi digital.
EVP Merchant Business Division BCA I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan, program ini bertujuan membantu pedagang memahami dan memanfaatkan pembayaran digital yang aman, cepat, mudah, dan terjangkau.
“Melalui Program GERAI Pasar QRIS, BCA ingin membantu para pedagang pasar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital yang aman, cepat, mudah, dan murah. Kami berharap edukasi mengenai QRIS dan perlindungan konsumen dapat mendukung aktivitas usaha para pedagang sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat,” ujar Ketut, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, makin luasnya pemahaman pedagang terhadap QRIS diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan pembayaran kepada pelanggan sekaligus mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertata.
Sebagai bagian dari program, para pedagang juga berkesempatan mengikuti program penghargaan berdasarkan frekuensi transaksi QRIS tertinggi selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pembayaran digital dalam kegiatan perdagangan sehari-hari.
Selain edukasi transaksi digital, BCA turut memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing pasar untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman. Di Pasar Bengkong, BCA membantu pembuatan 97 nomor kios guna mendukung penataan pasar.
Sementara itu, di Pasar Mitra Raya, BCA memberikan 32 tong sampah dan papan imbauan untuk mendukung kebersihan serta kenyamanan lingkungan pasar. Dukungan tersebut melengkapi upaya edukasi digital yang dilakukan bersama BI Kepri.
Ketut menambahkan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman pedagang mengenai penggunaan QRIS, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap perlindungan konsumen.
“Melalui kolaborasi dalam Program GERAI Pasar QRIS, kami berharap para pedagang tidak hanya semakin memahami penggunaan QRIS, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai perlindungan konsumen. Dengan demikian, digitalisasi dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,” tuturnya.
Ke depan, BCA akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan solusi pembayaran yang relevan bagi pelaku usaha, termasuk pedagang pasar tradisional, untuk mendukung perkembangan usaha dan memperluas pemanfaatan transaksi digital di masyarakat. (srv)

















