INDOPOSCO.ID – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai koperasi dapat menjawab berbagai persoalan ekonomi masyarakat, asalkan publik memaknainya sebagai gerakan bersama, bukan sekadar lembaga atau bangunan fisik. Rocky menyampaikan pandangan itu dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta, Senin sore (5/10/2026).
Acara tersebut dihadiri Presiden Lajnah Tanfidziah dan Pimpinan Pusat SI Hamdan Zoelva, Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal SI Ferry Juliantono, serta Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus. Hadir pula Ketua LPEU MUI Mukhaer Pakkana, Ketua Pelaksana Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 Yudhi Irsyadi Syafii, pakar ekonomi syariah Anas Alhifni (Gus Anas), dan jajaran pimpinan pusat SI.
Rocky menegaskan kekuatan koperasi terletak pada gerakan yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Ia menilai pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak cukup berhenti pada pembentukan kelembagaan.
“Koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan,” kata Rocky. Menurut dia, perubahan ekonomi hanya mungkin terjadi jika koperasi menjadi gerakan.
Rocky mengakui KDKMP masih memiliki sejumlah catatan yang perlu diperbaiki. Namun ia berpendapat berbagai isu yang belakangan menjadi sorotan publik tidak boleh menghentikan pengembangan koperasi.
Ia memandang program KDKMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai transformasi ekonomi untuk meredam dominasi sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN). Menurut Rocky, upaya itu berpotensi menimbulkan gesekan dengan pemilik modal.
Rocky menyebut konstitusi mengenal tiga pelaku ekonomi, yakni korporasi, BUMN, dan koperasi. Ia menilai koperasi selama ini belum memperoleh penguatan yang sebanding.
“Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai KDKMP membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi kuat dan berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rocky juga menghubungkan koperasi dengan nilai dasar bangsa. Ia menyebut semangat kebersamaan dan solidaritas koperasi sejalan dengan Pancasila, dan menilai semua unsur negara perlu bersama-sama menjadikan koperasi pilar utama ekonomi nasional.
“Mulai dari sila pertama hingga kelima di dalam Pancasila, semuanya memiliki makna yang dalam yang relevan dengan apa yang terkandung di dalam nilai-nilai koperasi,” ucapnya. (srv)
















