INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kualitas pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.
Menurutnya, kedua program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran menjadi program prioritas yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Mu’ti menjelaskan, penguatan pendidikan dilakukan melalui empat fondasi. Yakni infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, infrastruktur budaya melalui penguatan pendidikan karakter, serta infrastruktur regulasi.
“Untuk memperbaiki sarana belajar, pemerintah menargetkan perbaikan bertahap terhadap seluruh sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Selasa (29/9/2026).
Sementara pada 2026, masih ujar Mu’ti, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan melalui dukungan tambahan anggaran dan APBN.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola. Menurut Mu’ti, mekanisme tersebut membuat pembangunan lebih efisien, dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar.
“Swakelola juga melibatkan masyarakat setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian di sekitar satuan pendidikan,” ujarnya.
Pada 2026, prioritas revitalisasi diberikan kepada sekolah terdampak bencana, satuan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. Dia juga meminta seluruh pihak mengawal program tersebut agar tepat sasaran.
“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. (nas)















