• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat: Polemik Ijazah Gibran Dinilai Seperti Perang Informasi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 29 September 2026 - 11:01
in Nasional
mk

Ilustrasi sidang Mahkamah Konstitusi/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik Nasarudin Sili Luli menilai polemik yang menyertai perjalanan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan pola perang informasi yang sengaja dibiarkan tidak pernah benar-benar selesai.

Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategy Campaign ini mengatakan, pola tersebut terlihat sejak kontroversi pencalonan Gibran sebagai wakil presiden hingga persoalan dokumen pendidikannya. Menurutnya, ketidakpastian justru terus dipelihara di ruang publik.

BacaJuga:

BPJS Watch Desak Presiden Segera Tandatangani Perpres Penghapusan Tunggakan Iuran JKN

10 Tahun SP4N-LAPOR!, Menteri PANRB: 1,1 Juta Aduan Jadi Bahan Perbaikan Pelayanan Publik

Perkuat Kualitas Pendidikan Lewat Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran

“Strategi perang informasi itu dirancang untuk tidak selesai. Ketika sebuah isu tidak bisa diselesaikan dengan bantahan atau klarifikasi, yang dilakukan justru membuat ruang publik terus berada dalam ketidakpastian,” kata Nasarudin melalui gawai, Selasa (29/9/2026).

Dia mencontohkan kontroversi Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut membuka jalan bagi Gibran yang saat itu berusia 36 tahun untuk maju sebagai cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Persoalan semakin menjadi sorotan karena Ketua MK saat itu, Anwar Usman, merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo sekaligus paman Gibran. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) kemudian menyatakan Anwar Usman melakukan pelanggaran berat kode etik dan memberhentikannya dari jabatan Ketua MK, meski putusan terkait syarat usia tetap berlaku.

Pola serupa, lanjut Nasarudin, muncul dalam polemik akun Kaskus “fufufafa” yang pada 2024 ramai dikaitkan dengan Gibran. Menurutnya, munculnya berbagai materi digital dengan keaslian yang dipersoalkan justru membuat publik semakin sulit membedakan informasi otentik dan disinformasi.

“Alih-alih memperjelas duduk perkara, kehadiran disinformasi tambahan malah mencemari bukti-bukti yang sudah ada,” ujarnya.

Ia juga menyoroti polemik ijazah Gibran. Pada Agustus 2026, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana membuka sayembara bagi masyarakat yang dapat menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Gibran. Sayembara berakhir pada 9 September 2026 dengan nilai hadiah mencapai lebih dari Rp10 miliar, namun tidak ada peserta yang berhasil memperoleh hadiah.

Menurutnya, besarnya nilai hadiah dan tidak munculnya dokumen dalam sayembara menjadi bagian penting dari dinamika polemik. Namun, dia menegaskan kondisi tersebut tidak otomatis membuktikan ijazah Gibran tidak ada atau tidak sah.

“Yang menarik justru bukan hanya dokumennya, tetapi mengapa ketidaktahuan itu terus bertahan dan menjadi bahan bakar politik,” katanya.

Nasarudin mengaitkan fenomena tersebut dengan konsep misrecognition Pierre Bourdieu dan “rezim kebenaran” Michel Foucault. Menurutnya, ketidakpastian dapat memiliki nilai politik bagi pihak-pihak yang terlibat, baik kelompok kritis maupun mereka yang berada di lingkaran kekuasaan.

“Ketidakpastian sudah menjadi semacam ruang aman bersama dan tempat semua pihak sama-sama diuntungkan justru karena pertanyaannya tidak pernah tuntas dijawab,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai polemik ijazah Gibran kini bukan semata persoalan ada atau tidaknya dokumen. “Pertanyaannya bukan lagi ada atau tidaknya ijazah itu. Pertanyaannya, siapa yang sebenarnya diuntungkan setiap hari yang berlalu tanpa jawaban, dan apakah bangsa ini sedang menyaksikan sebuah misteri, atau sedang menyaksikan sebuah produk yang sengaja tidak pernah dirancang untuk selesai dijual,” ujarnya. (nas)

Tags: Gibran Rakabuming RakaIjazah GibranMKPengamatPerang Informasi

Berita Terkait.

bpjs
Nasional

BPJS Watch Desak Presiden Segera Tandatangani Perpres Penghapusan Tunggakan Iuran JKN

Selasa, 29 September 2026 - 14:04
rini
Nasional

10 Tahun SP4N-LAPOR!, Menteri PANRB: 1,1 Juta Aduan Jadi Bahan Perbaikan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 13:42
abdul
Nasional

Perkuat Kualitas Pendidikan Lewat Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran

Selasa, 29 September 2026 - 13:32
bowo
Nasional

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masuk MK, Pengamat: Prabowo Bisa Semakin Kuat

Selasa, 29 September 2026 - 13:22
sultan
Nasional

Ketua DPD RI dan Panglima Kopassus Kolaborasi Program KBSB di Bengkulu

Selasa, 29 September 2026 - 13:12
ratu
Nasional

Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Kemendukbangga Boyong Layanan KB ke Rumah Sakit Kapal di Donggala

Selasa, 29 September 2026 - 12:32

OLAHRAGA

ganda
Olahraga

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Editor Laurens Dami
Selasa, 29 September 2026 - 13:52

INDOPOSCO.ID - Ganda campuran bulutangkis Tim Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, mempersembahkan medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tampil di...

SelengkapnyaDetails
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11
paes

Maarten Paes Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Garuda dan Gemuruh SUGBK Usai Tahan Malaysia

Selasa, 29 September 2026 - 10:40
haye

John Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Jadi Anugerah Sekaligus Kutukan

Selasa, 29 September 2026 - 10:30
diks

Indonesia Imbang Lawan Malaysia, Kevin Diks Minta Suporter Hargai Perjuangan Skuad Garuda

Selasa, 29 September 2026 - 09:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3908 shares
    Share 1563 Tweet 977
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1119 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.