INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas rencana penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Bond untuk membiayai infrastruktur perkotaan saat bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026).
Bak gayung bersambut, Mamdani mendukung rencana tersebut dan menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta.
“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah,” kata Mamdani dalam keterangannya saat bertemu dengan Pramono Anung di New York, Amerika Serikat dikutip Senin (21/9/2026).
Mamdani menyampaikan bahwa New York juga membiayai pembangunan infrastruktur, seperti fasilitas pengolahan limbah dan layanan publik, melalui skema obligasi. Oleh karena itu, pihaknya siap mendampingi Pemprov DKI Jakarta.
“Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah,” jelas Mamdani.
Sementara itu, kehadiran Pramono di New York untuk memenuhi undangan dalam Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 di New York, Amerika Serikat yang berlangsung 19-21 September 2026 dan dipimpin bersama oleh Kota New York dan Los Angeles.
Pramono Anung pernah berbicara opsi pembiayaan untuk melanjutkan proyek LRT Jakarta, yakni melalui anggaran daerah, penerbitan obligasi, serta bantuan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Jadi saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini,” jelas Pramono terpisah usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Ia mengemukakan rencana pembangunan lanjutan LRT rute Manggarai–Dukuh Atas yang akan dimulai pada awal 2027 dengan anggaran sekitar Rp2,7 triliun.
Meski demikian, pembangunan tersebut tetap membutuhkan sumber pembiayaan lain. Oleh karena itu, Pramono menanyakan kepada Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin ihwal penerbitan obligasi.
“Sudah siap ininya, Pak anggarannya sudah Rp2,7 triliun,” ucap Iwan Takwin kepada Pramono.
“Nggak perlu obligasi?,” tanya Pramono. “Butuh obligasi, Pak,” jawab Iwan Takwin.(dan)















