INDOPOSCO.ID – Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi lokasi Ekspedisi Batas Negeri dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (29/8/2026). Kegiatan ini digagas oleh Ketua PW Pemuda Muhammadiyah yang juga menjabat Tenaga Ahli Kementerian UMKM, Ajie Kurniawan.
Rangkaian acara mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, hingga puncaknya pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter sebagai simbol semangat kemerdekaan di wilayah terdepan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ajie menegaskan bahwa Temajuk selama ini kerap dijuluki “ekor Kalimantan”, namun ia justru memandangnya sebagai wajah Indonesia di hadapan negara tetangga.
“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Karena dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga. Ini adalah bagian dari Indonesia yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan,” ujar Ajie.
Selain agenda sosial, Ekspedisi Batas Negeri juga dimanfaatkan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi legalitas usaha. Warga diberikan pemahaman tentang pentingnya legalitas sebagai fondasi UMKM agar dapat mengakses pembiayaan, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Menurut Ajie, posisi Temajuk sebagai kawasan wisata sekaligus wilayah perbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan potensi ekonominya besar, sehingga legalitas usaha menjadi langkah awal yang krusial.
“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain. Legalitas usaha menjadi langkah awal agar potensi tersebut bisa berkembang lebih besar,” tambahnya.
Sebelum rangkaian utama, ekspedisi ini diawali dengan pelepasan anak penyu atau tukik di kawasan Tanjung Api, Desa Temajuk. Kegiatan simbolis ini menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negeri juga berarti menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut.
“Pelepasan tukik ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah pesan bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayahnya, tetapi juga menjaga laut, pantai, hutan, dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Kalau alam kita jaga, maka generasi berikutnya akan mendapatkan Indonesia yang lebih baik,” ujar Ajie.
Melalui Ekspedisi Batas Negeri, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan lewat seremoni, tetapi juga lewat kepedulian sosial, penguatan ekonomi rakyat, dan pelestarian lingkungan di garis depan Indonesia. “Dari Temajuk kita ingin menyampaikan pesan sederhana: Indonesia tidak pernah berada di ujung. Indonesia justru berdiri tegak di garis terdepan,” pungkas Ajie. (srv)























