• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Daerah Kaya Tinggal Cerita, Bengkalis Krisis Fiskal Akibat TKD Dipangkas Pusat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:05
in Megapolitan
Prof. Djohermansyah Djohan, mantan Penjabat (Pj) Gubernur Riau/ Dokumen INDOPOSCO

Prof. Djohermansyah Djohan, mantan Penjabat (Pj) Gubernur Riau/ Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

​INDOPOSCO.ID – Kabupaten Bengkalis, Riau, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) serta berstatus “daerah kaya,” kini menghadapi tekanan fiskal berat. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: ada apa dengan desentralisasi fiskal kita?
​Hal tersebut disampaikan oleh pengamat otonomi daerah sekaligus Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Djohermansyah Djohan, kepada INDOPOSCO, Minggu (30/8/2026). Menurutnya, krisis yang dialami Bengkalis menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat.

​”Kalau Kabupaten Bengkalis yang selama ini dikenal sebagai daerah kaya sudah mulai kesulitan membiayai pembangunan dan membayar kewajibannya, kita patut bertanya: ada apa dengan desentralisasi fiskal kita?” ujarnya.

BacaJuga:

Peringatan Dini BMKG, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Akhir Pekan Ini

Penggerebekan Kampung Boncos: 3 Orang Ditangkap, Sajam dan Sabu Disita

5 Siswa SMK Strada 1 Rampungkan Magang Empat Bulan di BumiMas Permata Group

​Djohermansyah menjelaskan, Bengkalis dulunya menikmati masa keemasan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)-nya pernah menembus angka sekitar Rp5 triliun yang ditopang oleh Dana Bagi Hasil (DBH) migas.
​Namun pada 2026, kondisinya berubah drastis. Pemerintah pusat melakukan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan. Pada 2025 pemangkasan disebut sekitar Rp50 triliun, lalu melonjak menjadi sekitar Rp226 triliun pada 2026, dan berpotensi mencapai Rp190 triliun pada 2027.
​Bagi Bengkalis, imbas kebijakan tersebut terasa secara langsung. Alokasi TKD yang diterima berkurang hampir Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun. Padahal, pendapatan daerah sangat bergantung pada TKD, terutama DBH migas dan Dana Alokasi Umum (DAU).

​Situasi kian memprihatinkan karena pembayaran DBH yang merupakan hak daerah mengalami penundaan. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menunggang kewajiban kepada pihak ketiga dari kegiatan tahun 2025 lebih dari Rp500 miliar. Pembangunan infrastruktur terpaksa direm, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN terancam dipangkas hingga 50 persen.

​”Daerah kaya mulai tinggal cerita,” tegas Djohermansyah.
​Dampak pemangkasan ini tidak berhenti di lingkup birokrasi saja. Pemotongan TPP menyebabkan daya beli ASN merosot drastis. Padahal, gaji pokok ASN umumnya sudah dialokasikan untuk cicilan bank, sementara TPP diandalkan untuk kebutuhan harian, biaya sekolah anak, hingga cicilan rumah dan kendaraan.

​”Ketika TPP dipangkas, konsumsi ikut turun. Pegawai mengurangi belanja, warung kehilangan pelanggan, pedagang pasar kehilangan pembeli, dan UMKM ikut terkena imbasnya,” jelasnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya menghitung berapa rupiah yang dihemat, tetapi juga memperhitungkan berapa rupiah perputaran ekonomi lokal yang hilang.

​Hal yang membuat persoalan ini menjadi paradoks adalah tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkalis. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB Bengkalis atas dasar harga berlaku mencapai Rp168,64 triliun pada 2023, atau menyumbang 16,39 persen dari total PDRB Provinsi Riau.
​”Daerah bisa saja memiliki aktivitas ekonomi dan SDA yang besar, tetapi ruang fiskal pemerintah daerah tetap sangat bergantung pada desain hubungan keuangan antara pusat dan daerah,” kata Djohermansyah.

​Ia menegaskan, DBH bukanlah bentuk “kemurahan hati” dari pusat, melainkan hak daerah atas dasar keadilan konstitusi—terutama karena Bengkalis turut menanggung dampak sosial dan ekologis dari eksploitasi migas.
​Djohermansyah, yang juga pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau periode 2013–2014, menilai pemangkasan TKD ini berpotensi mengembalikan pola sentralisasi fiskal.

​”Secara formal Indonesia tetap menjalankan otonomi. Namun, kalau kemampuan daerah membiayai urusannya sangat ditentukan oleh keputusan fiskal pusat, otonomi itu menjadi sekarat. Daerah kembali lagi hanya bisa menunggu keputusan Jakarta,” tegasnya.

​Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera mengevaluasi kebijakan pemangkasan TKD. Efisiensi memang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan pelayanan dasar masyarakat. Khusus bagi daerah penghasil SDA, DBH harus disalurkan secara tepat waktu.
​Di sisi lain, Pemkab Bengkalis juga diminta untuk terus berbenah melalui diversifikasi ekonomi dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Namun membangun kemandirian fiskal itu butuh waktu. Jangan meminta daerah segera mandiri sambil sekaligus mengurangi pelampung yang membuatnya tetap mengapung,” pungkasnya. (yas)

Tags: Bengkalisdana bagi hasilDesentralisasi FiskalTransfer ke Daerah

Berita Terkait.

Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Megapolitan

Peringatan Dini BMKG, Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Akhir Pekan Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:35
boncos
Megapolitan

Penggerebekan Kampung Boncos: 3 Orang Ditangkap, Sajam dan Sabu Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:06
strada
Megapolitan

5 Siswa SMK Strada 1 Rampungkan Magang Empat Bulan di BumiMas Permata Group

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:04
Heboh ‘Mahasiswa’ Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Mabes Polri Bilang Begini
Megapolitan

Heboh ‘Mahasiswa’ Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Mabes Polri Bilang Begini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:15
Minerba Convex 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Industri Tambang
Megapolitan

Normalisasi Kali Mampang Dikebut, Pramono Yakin Banjir Jakarta Berkurang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14
Cenderung Teduh, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Megapolitan

Cenderung Teduh, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:53

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.