INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya melalui program pemberdayaan yang berdampak dan berkelanjutan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Community Involvement & Development (CID) Upstream Award 2026.
Memasuki tahun keempat, ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mengukur dan memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan masyarakat di lingkungan Subholding Upstream Pertamina, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong perluasan skala (roll-out) dan replikasi program CID unggulan.
PHE menilai program-program yang terbukti mampu memberikan dampak positif dan menciptakan kemandirian masyarakat perlu dikembangkan ke wilayah lain. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas secara inklusif dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan CID Upstream Award 2026 juga menghadirkan sejumlah pembaruan. Tahun ini, peserta dibagi ke dalam dua cluster berdasarkan cakupan wilayah kerja dan kompleksitas operasional.
Cluster 1 terdiri atas Regional 1, Regional 2, Regional 3, Regional 4, dan Badak LNG. Sementara Cluster 2 terdiri atas Regional 5, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), dan PT Elnusa Tbk.
Selain pembagian cluster, PHE menambah Piala Bergilir Direktur Utama PHE untuk Cluster 2 serta menghadirkan kategori baru Best CID for Social License to Operate.
Kategori tersebut secara khusus ditujukan bagi pimpinan wilayah kerja yang dinilai mampu menjadikan program CID sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan dan penerimaan masyarakat, memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, serta memitigasi potensi risiko operasional di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PHE menjaga kelancaran sekaligus keberlanjutan kegiatan operasional hulu migas. Rangkaian CID Upstream Award 2026 berlangsung sejak 22 Juni 2026 dan ditutup dengan penganugerahan pada 14 Agustus 2026 di Jakarta.
Mengusung tema “Collective Actions for Collective Goals”, PHE menegaskan bahwa keberlanjutan bukan merupakan tanggung jawab satu pihak. Keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan gerak bersama untuk menciptakan dampak serta nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat penerimaan dan kepercayaan para pemangku kepentingan yang menjadi salah satu fondasi penting bagi kelancaran serta keberlanjutan operasional perusahaan.
CID Upstream Award 2026 sekaligus menjadi katalis strategis bagi PHE untuk mengukur, mengevaluasi, dan meningkatkan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam rantai operasional perusahaan.
Program-program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, PHE menggunakan pendekatan Triangle ADP, yakni Acceptance, Deterrence, dan Prominence. Melalui pendekatan ini, program CID tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari peran CSR sebagai strategic business partner.
Aspek Acceptance diarahkan untuk mempertahankan penerimaan masyarakat atau social license to operate. Sementara Deterrence berfungsi memitigasi potensi krisis dan risiko operasional, sedangkan Prominence ditujukan untuk mempertahankan reputasi perusahaan sebagai organisasi yang unggul.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PHE, Eri Sulistyo Sutikno, mengatakan keberhasilan operasional hulu migas tidak semata-mata diukur melalui capaian produksi maupun Key Performance Indicator (KPI).
Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan perusahaan.
“Kita paham betul bahwa upstream (hulu migas) tidak hanya bicara kegiatan produksi. Kegiatan produksi yang bicara KPI dan peningkatan tetap harus diimbangi dengan bagaimana kita berintegritas dan berkolaborasi dengan sosial setempat. Aktivitas operasional di lapangan tidak pernah bisa berdiri sendiri, pasti selalu bersinggungan,” ujar Eri.
Eri juga mendorong seluruh pengelola program CID di lingkungan Subholding Upstream Pertamina untuk terus melakukan inovasi dan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih.
Menurutnya, program-program unggulan yang telah terbukti menciptakan kemandirian masyarakat harus diperluas dan direplikasi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
“Jangan pernah lelah dan jangan pernah berhenti berinovasi bahwa kegiatan-kegiatan positif ini harus terus dikembangkan. Justru kita harus memperbanyak roll-out program-program CID yang berdampak signifikan,” tambahnya.
Untuk memastikan proses kompetisi berlangsung kredibel dan objektif, PHE melibatkan panel juri yang terdiri atas pakar multidisiplin lintas sektor, akademisi, jurnalis, satuan kerja pemerintah, serta pendiri lembaga yang berfokus pada energi baru terbarukan.
Pada CID Upstream Award 2026, sebanyak 236 entri diajukan oleh entitas Regional dan Anak Perusahaan di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.
Setelah melewati proses seleksi dan evaluasi, sebanyak 72 finalis berhasil melaju ke babak penjurian final. Dari proses tersebut, terpilih 29 pemenang serta dua peraih Best of The Best untuk masing-masing cluster.
Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai program inovatif dan figur teladan yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, mulai dari local hero, mitra pendamping, Perwira, hingga pimpinan perusahaan.
Melalui CID Upstream Award 2026, PHE menegaskan komitmennya untuk menjadikan pemberdayaan masyarakat bukan sekadar program sosial, melainkan bagian integral dari strategi keberlanjutan bisnis dan operasional hulu migas.
Dengan memperluas dan mereplikasi program-program yang telah terbukti memberikan dampak positif, PHE berharap manfaat keberadaan industri hulu migas dapat terus dirasakan masyarakat di berbagai wilayah operasi secara lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan.
Ajang CID Upstream Award 2026 menghadirkan sejumlah kategori penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi, inovasi, kepemimpinan, serta dampak program Community Involvement & Development (CID) di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. Pada kategori Best CID Social Media Campaign, peringkat Gold diraih Abdur Rohim dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Zona 1 Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field, peringkat Silver diraih Yosia Cesio dari PHR Regional 1 Zona 1 PEP Rantau Field, dan peringkat Bronze diraih Farouq Nuzulludien Birawa dari PHR Regional 1 Zona 4 PEP Prabumulih Field.
Pada kategori Best CID – Environment Program, peringkat Gold diraih Program Tiga Perisai yang digagas Indra Darmawan dari PEP Regional 2 Zona 6 PHE OSES, sedangkan peringkat Silver diraih Program RESAPI (Pengembangan Wisata Pesisir Terintegrasi Pantai Pasir Putih Tlangoh) yang digagas Hardian dari Pertamina EP Cepu (PEPC) Regional 4 Zona 11 PHE WMO.
Untuk kategori Best CID – Health Program, peringkat Gold diberikan kepada Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan (GEMAR SEHAT) yang digagas Arina Hidayatul Chasanah dari PHR Regional 1 Zona 1 PHE Jambi Merang. Sementara itu, peringkat Silver diraih Program Seribu Asa (Selamatkan Generasi Stunting dan Gizi Buruk bersama Pertamina) yang digagas Yesta Kudsiastuti Alawiyah dari PEP Regional 2 Zona 6 PEP Subang Field.
Pada kategori Best CID – Economic Program, Program Rumah Kreatif Boek Khaman yang digagas Dedi Zikrian dari PHR Regional 1 Zona 4 PEP Limau Field meraih peringkat Gold. Adapun peringkat Silver diraih Program Sekolah Lapang Bioferdom yang digagas Ade Barkah dari PEPC Regional 4 Zona 13 PEP Donggi Matindok Field.
Sementara pada kategori Best CID – Education Program, penghargaan dibagi dalam dua cluster. Pada Cluster 1, peringkat Gold diraih Program SEKAR (Sekolah Kreativitas Anak dan Remaja) by Purnama Subang yang digagas Wazirul Luthfi dari PEP Regional 2 Zona 7 PEP Subang Field. Peringkat Silver diraih Program Cemerlang Lestari (Cerdas, Mandiri, Laki-laki, Perempuan dan Anak Terlindungi untuk Lingkungan Lestari) yang juga digagas Wazirul Luthfi dari PEP Regional 2 Zona 7 PEP Tambun Field. Sementara itu, pada Cluster 2, peringkat Gold diraih Program Akselerasi Pendidikan Sanggar Bimbingan bagi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia yang digagas Nurul Intan Permanasari dari Pertamina Internasional EP (PIEP) Regional 5.
Pada kategori Best Desa Energi Berdikari – Sustainability Management, peringkat Gold diraih DEB Jatibarang Community melalui Program Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan) dari PEP Regional 2 Zona 7 PEP Jatibarang Field. Peringkat Silver diraih DEB Sangasanga Community melalui program Balanipa dari Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Zona 9 Pertamina Hulu Sanga Sanga, sedangkan peringkat Bronze diraih DEB Rokan Community melalui Program Desa Energi Berdikari berbasis Biogas dari PHR Regional 1 Zona Rokan North Area.
Pada kategori Best CID Local Hero, peringkat Gold diraih Alan Sahroni dari PEP Regional 2 Zona 7 PEP Subang Field. Peringkat Silver diraih Muhammad Bintang Wahyu Aji dari PHI Regional 3 Zona 10 PHKT DOBS, sementara peringkat Bronze diraih Tri Ningsih dari PHR Regional 1 Zona 4 PEP Prabumulih Field.
Selanjutnya, kategori Best CID Partner menempatkan Iman Teguh dari PEP Regional 2 Zona 5 PHE ONWJ sebagai peraih peringkat Gold. Peringkat Silver diraih Tiara Chaerani dari PHR Regional 1 Zona 1 PEP Rantau Field, sedangkan peringkat Bronze diraih Ashlihul Hayati M S dari PEP Regional 2 Zona 7 PEP Subang Field.
Pada kategori Best CID Outcome Performance, peringkat Gold diraih Program Penari Kembang dari PHI Regional 3 Zona 8 Pertamina Hulu Mahakam. Sementara itu, peringkat Silver diraih Program RESAPI dari PEPC Regional 4 Zona 11 PHE WMO.
Adapun kategori baru Best CID for Social License to Operate memberikan peringkat Gold kepada Kukuh Kertasafari dari PHR Regional 1 Zona Rokan South Area PHR dan peringkat Silver kepada Edwin Susanto dari PHR Regional 1 Zona 1 PEP Pangkalan Susu Field.
Untuk kategori Best CID Leadership, penghargaan kembali dibagi dalam dua cluster. Pada Cluster 1, peringkat Gold diraih Iwan Ridwan Faizal dari PHR Regional 1 Sumatra dan peringkat Silver diraih Dony Indrawan dari PHI Regional 3 Kalimantan. Sementara pada Cluster 2, peringkat Gold diraih Dhaneswari Retnowardhani dari Regional 5 Internasional, sedangkan peringkat Silver diraih Rustam Aji dari PT Elnusa Tbk.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian terbaik, CID Upstream Award 2026 kini turut menghadirkan Piala Bergilir Direktur Utama PT PHE untuk masing-masing cluster. Pada kesempatan tersebut, penghargaan Best of The Best Cluster 1 kembali diraih PHR Regional 1 Sumatra sebagai juara bertahan. Sementara itu, Best of The Best Cluster 2 diraih PIEP Regional 5 Internasional. Penyerahan penghargaan tersebut diwakili oleh Direktur SDM & Penunjang Bisnis PHE.(srv)























