INDOPOSCO.ID – J&T Express memasuki usia ke-11 dengan mencatat pertumbuhan volume pengiriman lebih dari 65 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan terus memperkuat teknologi dan jaringan operasional untuk menjaga kualitas layanan.
Mengusung tema “Selalu Dekat, Selalu di Hati”, J&T Express menjadikan momentum ulang tahun ke-11 untuk memperkuat layanan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta memperluas kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.
Pertumbuhan volume pengiriman J&T Express berlangsung seiring dengan meningkatnya aktivitas sektor logistik nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen secara tahunan pada kuartal I 2026.
Untuk mengimbangi peningkatan volume paket, J&T Express memperkuat kapasitas dan efisiensi operasional melalui teknologi. Automatic Sorting System yang diterapkan di 19 pusat sortir disebut mampu mempercepat proses penyortiran hingga empat kali dibandingkan metode manual.
Sementara itu, lebih dari 1.000 mesin sortir yang tersebar di 500 Drop Center mendukung proses penyortiran hingga tiga kali lebih cepat. Perusahaan juga memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan analisis data untuk mengoptimalkan rute serta memantau operasional secara real-time.
CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, pertumbuhan perusahaan tidak hanya dilihat dari jumlah paket, tetapi juga kemampuan membangun jaringan yang semakin kuat dan adaptif.
“Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan,” ujar Robin.
Selama 11 tahun beroperasi, Robin juga menyebut salah satu capaian perusahaan adalah kontribusi terhadap penurunan biaya logistik pada segmen pengiriman ekspres.
Berdasarkan data internal perusahaan, biaya logistik pada segmen tersebut disebut telah turun sekitar 60 persen sejak J&T Express mulai beroperasi. Robin menegaskan, angka itu tidak menggambarkan penurunan seluruh biaya logistik nasional, melainkan berdasarkan pengiriman ekspres, khususnya paket cepat atau paket berukuran kecil.
“Menurut kita, itu sesuatu yang cukup membantu, bukan cuma dari sisi customer kita, tapi juga dari sisi e-commerce dan lain sebagainya,” kata Robin.
Di sisi lain, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi industri logistik. Luasnya wilayah distribusi membuat perusahaan harus memiliki jaringan dan kemampuan operasional yang memadai.
Robin juga menilai ekspektasi pelanggan terhadap layanan pengiriman terus berubah. Perkembangan teknologi membuat konsumen semakin menuntut kecepatan dan kemudahan.
“Dulu yang penting barang itu sampai, kita janjinya tiga hari, sampai tiga hari kita happy. Tapi zaman sekarang mungkin kalau kita janjinya tiga hari, sampainya kalau bisa itu satu jam,” kata Robin.
Karena itu, J&T Express terus melakukan peningkatan layanan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk AI dan analisis data.
Sementara itu, Brand Manager J&T Express Herline Septia mengatakan, kedekatan dengan pelanggan tidak hanya diukur dari kecepatan pengiriman, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memahami kebutuhan konsumen.
“Bagi kami, menjadi dekat berarti memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman yang lebih baik,” ujar Herline.
Upaya meningkatkan pengalaman pelanggan juga dilakukan melalui program Kurir Bintang 5, yang mendorong peningkatan kualitas layanan kurir berdasarkan sejumlah indikator, seperti kehadiran, kinerja pick up, keberhasilan delivery, serta pemahaman terhadap sistem dan prosedur.
J&T Express turut menyediakan jntdekatdihati.com sebagai ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan testimoni dan pengalaman mereka. Masukan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan.
Dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-11 pada 13–23 Agustus 2026, J&T Express juga menghadirkan sejumlah program apresiasi pelanggan, antara lain diskon ongkir, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week.
Selain penguatan bisnis dan layanan, J&T Express memperluas kontribusinya melalui program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.
Salah satunya adalah Jawara Lokal J&T Express, program pemberdayaan UMKM yang dijalankan bersama Kementerian UMKM RI. UMKM terpilih mendapatkan dukungan permodalan sebesar Rp15 juta, subsidi diskon ongkir hingga 30 persen, serta kanal promosi untuk membantu pengembangan usaha.
Program tersebut pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan akan dilanjutkan ke empat provinsi lainnya.
Di bidang lingkungan, J&T Express menjalankan J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP). Melalui program ini, sekitar 146 kilogram limbah tekstil diolah kembali menjadi produk baru.
Proses upcycling tersebut diperkirakan mampu menghindari 1,25 ton emisi CO₂e, setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.
“Di usia yang ke-11, kami ingin J&T Express terus dikenal bukan hanya karena layanan logistiknya, tetapi juga karena pengalaman dan manfaat yang kami berikan kepada pelanggan dan masyarakat,” tutur Robin.
Memasuki tahun ke-11, J&T Express menghadapi tantangan untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus memastikan peningkatan skala bisnis berjalan beriringan dengan efisiensi, inovasi teknologi, dan kualitas layanan yang semakin sesuai dengan ekspektasi pelanggan.(srv)





















