• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Asbanda: BPD Tak Minta Proteksi, tapi Kesempatan yang Setara

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29
in Ekonomi
Agus-Haryoto-Widodo

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus Haryoto Widodo (kanan), dis sela Seminar “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” di Bengkulu, Jumat (21/8/2026). Foto: Dokumen Asbanda

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong terciptanya level playing field bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam berbagai program dan transaksi pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran BPD sebagai Regional Development Bank yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo mengatakan BPD tidak meminta perlindungan dari persaingan. Menurutnya, selama memenuhi standar teknologi, tata kelola, kualitas layanan, dan manajemen risiko, BPD perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk menjadi bank penyalur maupun mitra pemerintah.

BacaJuga:

Pemerintah Klaim Harga Kedelai Impor Masih Terkendali di Bawah Harga Acuan

ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Unjuk Teknologi Percetakan Terkini

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

“Kami tidak meminta proteksi. Kami meminta level playing field. BPD harus siap berkompetisi melalui kualitas layanan, kapabilitas digital, dan governance,” ujar Agus dalam Seminar “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” di Bengkulu, Jumat (21/8/2026).

Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta jajaran direksi BPD dari berbagai daerah di Indonesia.

Agus mengatakan, penguatan likuiditas menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kapasitas BPD untuk menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD tercatat sekitar Rp1.043 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai sekitar Rp673 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp770 triliun.

Menurut Agus, secara fundamental kondisi BPD masih sehat. Namun, pertumbuhan fungsi intermediasi di tengah tekanan terhadap sumber pendanaan perlu menjadi perhatian agar tidak meningkatkan cost of fund yang pada akhirnya dapat membatasi kemampuan BPD menyediakan pembiayaan secara kompetitif.

“Likuiditas BPD bukan semata-mata persoalan neraca bank. Likuiditas BPD adalah bagian dari kapasitas pembangunan daerah,” tegasnya.

BPD memiliki peran strategis dalam membiayai berbagai sektor yang menopang perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi hingga pembangunan infrastruktur.

Karakteristik likuiditas BPD juga dinilai berbeda dengan bank komersial pada umumnya karena sangat berkaitan dengan siklus fiskal daerah, Transfer ke Daerah (TKD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta berbagai transaksi yang berlangsung dalam ekosistem pemerintah daerah.

Karena itu, Asbanda menilai setiap perubahan desain fiskal maupun mekanisme penyaluran dana pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap ketahanan ekosistem keuangan daerah.

“Efisiensi kebijakan tetap penting. Namun kita juga perlu menjaga keseimbangan antara central efficiency dan regional financial resilience, sehingga aktivitas ekonomi dan likuiditas tetap dapat memberikan multiplier yang optimal bagi daerah,” kata Agus.

Asbanda juga mendorong agar kebijakan penempatan dana pemerintah pada BPD dapat diarahkan lebih kuat untuk mendukung intermediasi ke sektor-sektor produktif.

Penempatan dana tersebut, kata Agus, dapat dikaitkan dengan pembiayaan sektor prioritas seperti UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur daerah. Dengan demikian, dana pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sumber likuiditas, tetapi dapat memberikan dampak berganda terhadap aktivitas ekonomi.

“Dana pemerintah jangan berhenti menjadi likuiditas. Kita perlu mendorongnya menjadi multiplier bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Asbanda juga mendorong agar penyusunan kebijakan nasional mempertimbangkan perspektif regional development impact. Hal ini mengingat BPD memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dari bank komersial pada umumnya.

Selain menjalankan fungsi intermediasi, BPD merupakan bagian dari ekosistem keuangan daerah, termasuk dalam memperluas inklusi keuangan serta mendukung pembiayaan pembangunan regional.

Di sisi lain, Agus menegaskan penguatan BPD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan regulator. Asbanda bersama seluruh BPD juga memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat fundamental bisnis.

Salah satunya melalui peningkatan kolaborasi antar-BPD dalam pengelolaan likuiditas, pasar uang, repo, treasury, hingga sindikasi pembiayaan.

BPD juga perlu mempercepat transformasi digital, memperkuat cybersecurity, tata kelola (governance) dan manajemen risiko, serta meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang bersumber dari masyarakat dan dunia usaha.

“Kami tidak ingin BPD dilindungi dari kompetisi. Kami ingin BPD diperkuat agar mampu berkompetisi,” tegasnya.

Dengan total aset lebih dari Rp1.000 triliun dan jaringan yang mengakar di berbagai wilayah Indonesia, Asbanda mendorong BPD untuk terus naik kelas menjadi Regional Development Bank yang sehat, digital, dan kompetitif.

“Sistem keuangan nasional yang kuat tidak mungkin hanya dibangun dari pusat. Ia membutuhkan akar yang kuat di seluruh daerah, dan BPD adalah salah satu akar tersebut. Ketika BPD semakin kuat, yang memperoleh manfaat bukan hanya BPD, tetapi daerah dan pada akhirnya Indonesia,” tutup Agus.

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) merupakan wadah Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia yang mendorong sinergi, transformasi, dan penguatan kapasitas BPD untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah dan perekonomian nasional.(rmn)

Tags: Agus Haryoto WidodoAsbandaBank Jakartabank pembangunan daerahBPDPerbankan

Berita Terkait.

Beredar Surat Pemakzulan Gibran Catut Nama Anggota DPR, NasDem: Hoaks
Ekonomi

Pemerintah Klaim Harga Kedelai Impor Masih Terkendali di Bawah Harga Acuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:46
ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Unjuk Teknologi Percetakan Terkini
Ekonomi

ALLPrint Indonesia 2026 Resmi Dibuka, 400 Peserta dari 10 Negara Unjuk Teknologi Percetakan Terkini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:39
Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis
Ekonomi

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:06
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:01
Pekerja PLN
Ekonomi

Kedaulatan Energi Berlanjut, Pipa WNTS-Pemping Siap Alirkan Gas Natuna ke Pembangkit Listrik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:07
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

Cetak Wirausaha Muda Produktif, Kementerian UMKM Akselerasi Target Rasio Kewirausahaan Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:07

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.