INDOPOSCO.ID – Penampilan BTS di panggung halftime Piala Dunia FIFA 2026 sukses mencuri perhatian publik dunia. Aksi grup asal Korea Selatan tersebut menuai banyak pujian, namun juga memicu gelombang kritik dari sebagian warganet yang menyoroti pelafalan bahasa Inggris para member saat tampil.
Pada 19 Juli 2026 waktu Korea Selatan, BTS tampil membawakan lagu dalam acara paruh waktu Piala Dunia FIFA 2026. Penampilan mereka segera menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, dengan banyak penggemar memuji penampilan panggung dan kualitas vokal grup tersebut.
Meski demikian, tidak sedikit komentar yang justru mengkritik cara para member mengucapkan lirik berbahasa Inggris, terutama saat membawakan lagu “Permission To Dance”, yang memang seluruh liriknya menggunakan bahasa Inggris.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan dinilai melampaui batas karena tidak hanya mengkritik pelafalan, tetapi juga dianggap mengejek aksen para member. Hal tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet mengenai batas antara kritik terhadap penampilan dan komentar yang bersifat merendahkan.
Di sisi lain, banyak penggemar memberikan pembelaan terhadap BTS. Mereka menilai kemampuan berbahasa Inggris bukanlah ukuran utama dalam menilai kualitas seorang musisi, terlebih para member tampil membawakan lagu dengan percaya diri di ajang olahraga terbesar dunia.
Penggemar juga menyebut kritik terhadap aksen para member sebagai bentuk ejekan yang tidak pantas. Menurut mereka, setiap orang yang menggunakan bahasa kedua tentu memiliki aksen yang berbeda, sehingga hal tersebut tidak semestinya dijadikan bahan olok-olok.
Perdebatan mengenai penampilan BTS pun terus bergulir di media sosial. Di tengah pro dan kontra yang muncul, penampilan mereka di halftime Piala Dunia FIFA 2026 tetap menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan oleh penggemar musik dan sepak bola di seluruh dunia.
Dilansir dari Koreaboo, diskusi mengenai pelafalan bahasa Inggris BTS masih ramai berlangsung, dengan banyak penggemar yang menyerukan agar kritik terhadap para member tetap disampaikan secara wajar tanpa mengarah pada ejekan terhadap identitas atau aksen mereka.(mg154)


















