INDOPOSCO.ID – Timnas Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Menjelang laga puncak, kiper Argentina Emiliano Martínez menegaskan seluruh fokusnya hanya tertuju pada kemenangan.
“Pertama-tama kita harus menang, hanya itu yang saya fokuskan. Terkadang saya menangis hanya dengan memikirkan apa yang telah kita raih bersama tim ini. Saya sangat bersyukur kepada kehidupan dan keluarga saya. Kita harus tahu bagaimana menikmati momen-momen yang akan dikenang seumur hidup,” ujar Martínez dalam pernyataan resminya, dikutip dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Minggu (19/7/2026).
Emi -sapaan Emiliano Martínez- mengatakan, tugas seorang penjaga gawang bukan hanya melakukan penyelamatan, tetapi juga memberi ketenangan kepada seluruh tim.
“Menjadi seorang penjaga gawang lebih dari sekadar melakukan penyelamatan. Tetap tenang, postur tubuh di gawang, ini adalah aspek-aspek sepak bola yang memengaruhi rekan satu tim. Para pemain sangat mahir dalam sepak bola sehingga saya harus menularkan rasa percaya diri dan ketenangan kepada mereka,” katanya.
Kiper Aston Villa itu juga mengungkapkan dirinya masih mengalami cedera tangan yang sebenarnya membutuhkan operasi. Namun, ia memilih menunda tindakan tersebut hingga turnamen berakhir.
“Saya tahu tangan saya akan sangat sakit, mereka memberi tahu saya bahwa saya perlu dioperasi. Sekarang saya tidak memikirkannya lagi. Mulai dari babak 16 besar atau perempat final dan seterusnya saya berlatih seperti biasa dan saya merasa jauh lebih baik,” ungkapnya.
Emi mengaku bangga melihat semakin banyak anak bercita-cita menjadi penjaga gawang. Baginya, membela Timnas Argentina merupakan mimpi yang telah ia perjuangkan sejak berusia 15 tahun.
“Senang sekali melihat begitu banyak anak yang ingin menjadi penjaga gawang. Saya selalu menjadi penggemar berat Tim Nasional. Saya selalu bermimpi menjadi penjaga gawang untuk Tim Nasional Senior, karena saya telah berlatih di kompleks pelatihan AFA sejak saya berusia 15 tahun. Bagi saya, ini adalah perjalanan seumur hidup bersama Tim Nasional,” tutur Emi.
Ia juga menilai kedekatan para pemain dengan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri bagi Albiceleste.
“Kami merasa terhubung dengan orang-orang, dengan cara kami berperilaku di lapangan, dengan perasaan kami. Kami berasal dari keluarga kelas pekerja, dan kami memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok ini. Saya ingin kami dikenang seperti itu, seperti orang Argentina lainnya, sebagai pekerja,” ucap Emi.
Baginya, kepercayaan dari pelatih dan rekan setim jauh lebih penting dibanding pencapaian individu.
“Yang terpenting bagi saya adalah rekan setim dan pelatih mempercayai saya; bagi saya, itu jauh lebih berharga daripada menyelamatkan sepuluh penalti dan muncul di halaman depan surat kabar,” katanya.
Emi juga merasa menikmati Piala Dunia 2026 lebih dibandingkan edisi sebelumnya karena merasa berkembang sebagai penjaga gawang.
“Saya menikmati Piala Dunia ini jauh lebih dari yang sebelumnya. Pengambilan keputusan saya lebih baik, saya lebih mahir menggunakan kaki saya. Saya sangat berterima kasih kepada rakyat Argentina dan rekan-rekan setim saya. Saya akan turun ke lapangan dengan tersenyum pada hari Minggu,” ungkapnya.
Menghadapi Spanyol di partai final, Emi menegaskan siapa pun lawannya, pertandingan final selalu menghadirkan pengalaman yang istimewa. “Siapa pun lawannya, bermain di final Dunia adalah pengalaman yang berbeda. Saya takjub dan bangga sekali,” tambahnya.
Kini, Argentina hanya terpaut satu kemenangan untuk mempertahankan mahkota juara dunia sekaligus mencatatkan back-to-back setelah sukses menjadi kampiun pada edisi 2022. Di bawah mistar, Emiliano Martínez siap menuntaskan perjuangan panjangnya dengan satu misi terakhir, mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. (her)

















