INDOPOSCO.ID – Industri K-Pop tengah menjadi sorotan setelah sejumlah agensi di Korea Selatan mulai mengubah sistem penjualan tiket konser dengan memperketat akses pre-sale khusus untuk klub penggemar domestik. Kebijakan ini disebut-sebut sebagai upaya mengurangi praktik calo sekaligus memberi prioritas kepada penggemar lokal.
Menurut laporan dari Koreaboo, perubahan sistem ini muncul di tengah persaingan tiket konser yang semakin ketat, bahkan untuk pertunjukan yang digelar di Korea sendiri. Tiket yang habis dalam hitungan menit membuat banyak penggemar kesulitan mendapatkan akses, terutama akibat dugaan pembelian massal dan aktivitas calo.
Kritikus musik Randy Seo menjelaskan bahwa salah satu alasan utama kebijakan ini adalah sulitnya menindak calo dari luar negeri dibandingkan calo domestik. Hal ini membuat agensi berupaya membatasi akses penjualan awal demi menekan praktik penimbunan tiket.
“Keluhan dari penggemar Korea sangat tinggi, sehingga agensi mulai melakukan penyesuaian,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga pandangan dari pelaku industri bahwa konser domestik seharusnya memang memberi prioritas lebih besar kepada penonton lokal, meski hal ini berpotensi mengurangi jumlah penonton internasional yang selama ini menjadi bagian besar dari ekosistem K-Pop.
Namun, kebijakan ini justru memicu reaksi beragam di kalangan warganet Korea. Sebagian mendukung langkah tersebut sebagai bentuk keadilan bagi penggemar lokal, sementara yang lain menilai kebijakan ini terlambat dan belum efektif karena calo luar negeri masih bisa menembus sistem.
Perdebatan ini kembali menyoroti ketegangan lama dalam industri K-Pop: antara menjaga basis penggemar domestik dan mempertahankan daya tarik global yang telah membuat genre ini mendunia. (mg 160)

















