INDOPOSCO.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) genap berusia 96 tahun pada 19 April 2026. Usia yang hampir menyentuh satu abad ini menjadi titik balik penting bagi federasi untuk menjawab tantangan besar dalam memajukan kompetisi domestik sekaligus menjaga tren positif prestasi tim nasional.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan, bahwa kritik tetap diperlukan dalam sepak bola tanpa adanya unsur rasisme dan penghakiman berlebihan, yang justru merugikan perkembangan mental generasi muda sepak bola Indonesia.
“Kritik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh berubah menjadi perundungan, penghakiman berlebihan, rasisme, atau narasi yang merusak mental pemain, khususnya pemain muda,” kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
PSSI memandang pers sebagai mitra strategis yang berperan penting dalam menumbuhkan semangat persatuan dan mendukung keberlanjutan pembinaan pemain.
Sinergi itu dianggap menjadi kunci untuk mewujudkan sepak bola nasional yang profesional dan disegani di kancah dunia saat organisasi ini hampir menginjak usia seratus tahun.
“Karena pers juga berperan membentuk opini publik, memperluas eksposur kompetisi, menumbuhkan semangat persatuan, dan ikut menopang proses pembinaan agar sepak bola Indonesia berkembang lebih profesional serta membanggakan di tingkat nasional dan internasional,” ujar Erick Thohir.
Ketua PSSI Pers Robbi Yanto mengingatkan bahwa esensi dari hari jadi PSSI adalah memastikan adanya peta jalan atau arah masa depan yang jelas, bukan sekadar bernostalgia dengan perjalanan panjang yang telah dilalui.
“Momentum 96 tahun ini bukan hanya soal melihat ke belakang, tapi juga memastikan kita punya arah yang jelas ke depan,” jelas Robbi Yanto.
Perjalanan PSSI selama hampir satu abad tidak selalu mulus. Ada pencapaian yang patut diapresiasi, namun juga kegagalan yang menyisakan kekecewaan, termasuk belum berhasilnya Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. (dan)










