INDOPOSCO.ID – Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Allianz Arena saat Bayern Munich menjamu Real Madrid dalam leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Ini bukan sekadar laga, ini adalah pertarungan menentukan nasib menuju semifinal.
Kemenangan 2-1 yang diraih Bayern di Santiago Bernabéu menjadi bekal berharga. Lebih dari sekadar keunggulan agregat, hasil itu memutus kutukan panjang bagi Die Roten, yakni sembilan laga tanpa kemenangan melawan raksasa Spanyol tersebut di Liga Champions.
Namun, sejarah mengingatkan bahwa keunggulan tipis bukan jaminan aman. Bayern memang punya catatan impresif, dari 22 kesempatan sebelumnya saat menang tandang di leg pertama fase gugur, mereka berhasil lolos dalam 21 di antaranya. Satu-satunya noda datang saat disingkirkan Inter Milan pada musim 2010/11.
Jelang laga, pelatih Bayern, Vincent Kompany, memilih tetap merendah meski timnya di atas angin.
“Salah satu hal terpenting, tidak diragukan lagi, adalah kami sangat menghormati Real. Kami merasakan hal itu bahkan sebelum pertandingan di Bernabéu, dan kami masih merasakannya,” ujar Kompany dalam keterangan resmi klub, Rabu (15/4/2026).
“Kami mempersiapkan diri untuk menghadapi versi terbaik Real, seperti yang kami lihat saat melawan Manchester City. Hasil mereka baru-baru ini tidak mencerminkan bakat yang mereka miliki. Mereka masih salah satu tim terbaik di Eropa,” sambungnya.
Pernyataan itu mencerminkan kewaspadaan tinggi Bayern terhadap DNA juara yang dimiliki Los Blancos, klub dengan koleksi 15 trofi Liga Champions.
Di sisi lain, kapten sekaligus penjaga gawang veteran, Manuel Neuer, menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai.
“Keuntungannya adalah kami memenangkan leg pertama, tetapi itu hanya selisih satu gol. Hasilnya bisa berbalik arah,” kata Neuer.
“Real Madrid adalah lawan yang tangguh, tetapi kami memiliki sedikit keuntungan. Dan kami juga memiliki keuntungan bahwa para pendukung kami di kandang akan sangat antusias untuk pertandingan seperti besok,” tutupnya.
Dengan dukungan penuh publik Munich dan keunggulan agregat di tangan, Bayern memang selangkah lebih dekat. Tapi menghadapi Real Madrid, satu momen saja bisa mengubah segalanya.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah Bayern mampu menjaga momentum, atau justru Madrid kembali menunjukkan magisnya di panggung Eropa? Menarik ditunggu. (her)










