INDOPOSCO.ID – Paus Leo XIV menyerukan penghentian perang dan mendesak para pemimpin dunia untuk kembali mengedepankan dialog, di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus pada Sabtu (11/4/2026), Paus menyampaikan kritik keras terhadap pendekatan militer yang terus digunakan dalam konflik global.
“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” tegasnya dilansir dair Anadolu, Minggu (12/4/2026).
Ia menekankan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada dominasi militer, melainkan pada kemampuan untuk melindungi kehidupan manusia. “Kesungguhan kekuatan terlihat dalam melayani kehidupan,” lanjutnya.
Meski tidak secara langsung menyebut nama pemimpin tertentu, Paus mengkritik tindakan yang dibanggakan sebagian pihak meskipun menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyoroti penderitaan anak-anak yang menjadi korban konflik bersenjata.
“Saya menerima banyak surat dari anak-anak di zona konflik… mari kita dengarkan suara anak-anak,” ujarnya penuh keprihatinan.
Sebelumnya, Paus juga telah memperingatkan potensi kehancuran besar jika eskalasi konflik terus berlanjut, terutama terkait penutupan Selat Hormuz yang dinilainya sebagai ancaman serius bagi peradaban global.
Ia pun kembali menyerukan agar para pemimpin dunia segera menempuh jalur diplomasi. “Kami berseru kepada mereka: hentikan! Ini saatnya untuk damai! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” katanya.
Konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dalam beberapa pekan terakhir. Meski sempat tercapai gencatan senjata dengan mediasi Pakistan, upaya perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Situasi ini semakin mempertegas kekhawatiran dunia akan eskalasi konflik yang lebih luas, sekaligus memperkuat seruan moral dari Vatikan agar perdamaian segera diwujudkan. (dil)








