INDOPOSCO.ID – Aroma kompetisi mulai terasa menjelang Asian Beach Games Sanya 2026 yang akan berlangsung pada 22-30 April mendatang. Di tengah atmosfer persiapan yang kian intens, Tim Indonesia memastikan diri datang bukan sebagai pelengkap, melainkan penantang serius di panggung Asia.
Di bawah komando Chef de Mission (CdM), Krisna Bayu, kontingen Merah Putih akan menurunkan 24 atlet terbaiknya. Mereka akan bertarung di tiga cabang olahraga yang sarat dinamika: panjat tebing, basket 3×3, dan voli pantai—tiga arena yang menuntut kombinasi kekuatan, strategi, dan ketahanan mental.
Persiapan tidak dilakukan setengah hati. NOC Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia/KOI) telah menggelar koordinasi intensif bersama federasi cabang olahraga. Hasilnya, para atlet dinyatakan berada dalam kondisi prima, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental bertanding.
Namun, kesiapan tim tidak berhenti di lapangan. Aspek non-teknis juga menjadi perhatian serius, termasuk edukasi anti-doping hingga pemahaman etika selama kompetisi internasional.
“Selain kesiapan teknis, kesiapan non-teknis juga menjadi perhatian besar kami. Khususnya untuk memastikan atlet dan ofisial mendapatkan edukasi anti-doping melalui program ADEL (Anti-Doping Education and Learning), serta pembekalan terkait code of conduct dan safeguarding untuk memastikan kepatuhan terhadap standar etika dan perlindungan selama ajang berlangsung,” ucap Krisna Bayu dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Dengan fondasi persiapan yang matang, optimisme pun tumbuh. Bagi Indonesia, kehadiran di Sanya bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga representasi identitas bangsa di mata Asia.
“Kita datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi membawa nama Indonesia. Tunjukkan sikap, sportivitas, dan prestasi terbaik di panggung Asia,” tegasnya.
Di balik layar, dukungan dari berbagai pihak turut memperkuat langkah tim. Kolaborasi dengan sponsor menjadi energi tambahan dalam memastikan para atlet dapat tampil maksimal.
Kini, fokus tinggal satu: membawa pulang prestasi dan membuktikan bahwa di atas pasir pantai Sanya, Merah Putih mampu berdiri sejajar bahkan melampaui para pesaingnya di Asia. (her)










