INDOPOSCO.ID – Dampak gempa magnitudo 4,7 di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meluas hingga mencakup lima desa pada Jumat (10/4/2026).
Adapun desa terdampak antara lain, Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawataa dan Karing Lamalouk di Kecamatan Adonara Timur yang berada di Pulau Adonara, dan Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur.
“Sebanyak 215 unit rumah warga yang ada di lima desa tersebut alami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Rincian rumah terdampak meliputi, pada Desa Terong terdapat 134 unit rumah warga dan dua fasilitas umum alami kerusakan, pada Desa Lamahala Jaya terdapat 70 unit rumah dan empat unit fasilitas umum alami kerusakan.
Selanjutnya pada Desa Dawataa sebanyak enam unit rumah rusak, pada Desa Karing Lamalouk satu unit rumah dilaporkan rusak, sedangkan empat unit rumah dan dua unit fasilitas umum di Desa Motonwutun juga alami kerusakan.
“Peristiwa itu membuat sedikitnya 1.100 jiwa warga yang terbagi di Desa Terong 670 jiwa dan Desa Lamahala Jaya 430 jiwa,” ujar Abdul Muhari. Mereka memilih mengungsi mandiri ke rumah keluarga dan mendirikan tenda di tempat yang lebih aman.
BPBD Kabupaten Flores Timur, terus mengupayakan penanganan darurat bencana, sebagai langkah awal sejak siang hari BPBD telah berada di Pulau Adonara dan telah mendistribusikan sejumlah bantuan logistik dan peralatan dari Kota Larantuka menuju Pulau Adonara untuk dibagikan kepada warga terdampak.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, NTT pada Rabu (8/4/2026). BMKG menyatakan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. (dan)








